Kawal Musim Tanam, Petrokimia Gresik Siapkan 219.648 Ton Pupuk Subsidi

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Petrokimia Gresik menyiapkan 219.648 ton pupuk bersubsidi untuk menjaga keberlanjutan produksi dan menjamin kebutuhan petani di tengah dinamika global yang berdampak pada rantai pasok bahan baku industri pupuk dunia. Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia juga menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani selama musim tanam berlangsung.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menjelaskan berbagai langkah tersebut dilakukan melalui optimalisasi fasilitas produksi dan operasional perusahaan untuk menjaga kontinuitas produksi pupuk, penguatan stok pupuk bersubsidi, serta dukungan jaringan distribusi nasional Pupuk Indonesia Group agar pupuk tersedia tepat waktu bagi petani. Petrokimia Gresik juga terus memperkuat antisipasi terhadap berbagai dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok bahan baku industri pupuk dunia.

“Perubahan kondisi global dan potensi gangguan jalur logistik internasional menjadi perhatian industri pupuk dunia. Namun Petrokimia Gresik tetap berupaya optimal dalam memproduksi pupuk sehingga ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga,” ujar Daconi di Surabaya, Jawa Timur, dikutip pada Rabu, 13 Mei 2026.

Sebagai langkah antisipasi, Petrokimia Gresik memperkuat strategi pengadaan bahan baku. Di antaranya melalui diversifikasi negara asal suplai phosphate rock, potash, dan sulphur, serta optimalisasi pasokan sulphuric acid dari produksi dalam negeri. 

Selain itu, perusahaan melakukan optimalisasi kontrak pengadaan jangka panjang serta mempercepat pengamanan stok bahan baku untuk kebutuhan enam hingga 12 bulan ke depan guna menjaga keberlanjutan produksi. 

"Di sisi operasional, Petrokimia Gresik memastikan kesiapan fasilitas produksi dan operasional perusahaan agar produksi pupuk tetap berjalan optimal untuk mendukung kebutuhan musim tanam nasional," ujar Daconi.
 

Baca Juga:  Saat Dunia Dilanda Krisis Pupuk, Indonesia Justru Turunkan Harga 20%



Ilustrasi pupuk. Dok. Petrokimia Gresik

Per 10 Mei 2026, Petrokimia Gresik memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi tetap terjaga untuk mendukung kebutuhan musim tanam. Terdiri dari Urea bersubsidi sebesar 32.054 ton, NPK Phonska 166.324 ton, pupuk organik Petroganik sebesar 16.611 ton, ZA 2.720 ton, dan SP-36 1.939 ton.

"Stok ini telah tersedia pada jaringan distribusi Pupuk Indonesia dan siap disalurkan kepada penerima di PPTS (Penerima Pupuk pada Titik Serah) sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap petani tidak perlu khawatir, musim tanam April–September bisa dijalani dengan optimal," ujar Daconi.

Dia menjelaskan pemerintah telah banyak melakukan perubahan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi. Perubahan ini sebagai upaya untuk memberikan kemudahan akses petani terhadap pupuk bersubsidi.

Perubahan tersebut diantaranya penyederhanaan regulasi, dari 145 aturan dipangkas menjadi satu peraturan induk, yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, dan disempurnakan dengan Perpres 113/2025. Melengkapi peraturan induk tersebut, terbit juga Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 sebagian peraturan pelaksanaannya.

Penyederhanaan ini mendukung kelancaran distribusi pupuk ke seluruh Indonesia, sehingga berjalan semakin efektif dan tepat waktu. Selain itu, mampu mendukung tingginya penyerapan pupuk bersubsidi di awal tahun.

Bahkan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional per 10 Mei 2026 mencapai 3,46 juta ton atau 35 persen dari total alokasi pada 2026 sebesar 9,85 juta ton. Realisasi tersebut juga tercatat lebih tinggi 35 persen dibandingkan periode yang sama di 2025.

Dia juga memastikan PI Group berkomitmen melakukan pengawasan ketat agar Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) disiplin menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diturunkan pemerintah sebesar 20 persen untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi. Hal ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Dia mengimbau penebusan harus dilakukan di PPTS atau kios resmi sehingga petani mendapatkan produk asli. Saat ini banyak oknum yang tidak bertanggung jawab menawarkan produk palsu, umumnya dengan iming-iming harga lebih murah. Petani harus berhati-hati agar tidak tertipu dan tetap mendapatkan hasil optimal dalam budi dayanya.

“Petrokimia Gresik berkomitmen menjaga keberlangsungan produksi dan ketersediaan pupuk nasional di tengah tantangan global. Kami ingin memastikan kebutuhan pupuk petani tetap terpenuhi sehingga produktivitas pertanian nasional dapat terus terjaga,” ujar dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saldo Laba Minus, FORE Tiadakan Pembagian Dividen
• 34 menit laluidxchannel.com
thumb
Sempat jadi Buronan Internasional, Syekh Ahmad Al Misry Akhirnya Ditangkap
• 5 jam lalucumicumi.com
thumb
Airlangga Ungkap Peluang RI Resesi di Bawah 5%, Lebih Rendah dari AS
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Sekuriti di Surabaya Dipicu Utang Pinjol
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo Saksikan Satgas PKH Setor Rp 10,2 T ke Negara: Untuk Perbaiki Puskesmas
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.