KOMPAS.TV - Deputi Bidang Transformasi Digital, Cahyono Tri Birowo, menegaskan bahwa keberhasilan penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui sistem digital sangat bergantung pada ketersediaan data yang lengkap, terpadu, dan akurat.
Menurutnya, penggunaan teknologi saja tidak cukup jika tidak didukung oleh data penerima yang valid. Hal ini menjadi syarat utama agar bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan membutuhkan.
“Digitalisasi bansos bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi bagaimana memastikan data penerima benar-benar valid sehingga bantuan tepat sasaran,” ujar Cahyono saat diwawancarai di Ambon, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, transformasi digital dalam penyaluran bansos merupakan langkah penting untuk meningkatkan ketepatan sasaran sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat penerima manfaat. Perubahan sistem ini dilakukan dengan memanfaatkan data lintas sektor yang saling terhubung, sehingga mampu menggambarkan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat secara lebih nyata dan akurat.
Melalui teknologi yang terotomasi, pemerintah dapat menyesuaikan jenis serta bentuk bantuan berdasarkan kebutuhan masing-masing individu maupun keluarga penerima manfaat.
“Apabila seluruh data dapat diakses dan diolah dalam satu sistem terpadu, kita bisa melihat karakteristik kebutuhan setiap warga secara spesifik. Dari situ, kita tentukan bantuan apa yang paling pas untuk mereka,” ungkapnya.
Cahyono mengatakan, data yang dijadikan acuan mencakup berbagai indikator kehidupan masyarakat, mulai dari penggunaan energi listrik, tingkat pendapatan, hingga catatan kondisi kesehatan. Seluruh informasi tersebut diproses secara langsung dan berkelanjutan agar data yang digunakan selalu mutakhir serta valid.
Ia menambahkan, pola penyaluran bansos ke depan akan mengalami perubahan mendasar. Jika sebelumnya bantuan diberikan berdasarkan jenis program yang tersedia, ke depan pendekatannya akan lebih berfokus pada kebutuhan nyata setiap warga.
Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Nanti konsepnya berubah. Bantuan sosial tidak lagi berbasis pada kebutuhan program, tapi benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing warga,” tegasnya.
Penulis : Iqbal-Tawakal
Sumber : Kompas TV
- Bansos
- Digitalisasi
- Advertorial
- Akurasi





