Rusia Uji Coba Rudal Jarak Jauh Mampu Bawa Hulu Ledak Nuklir

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Moskow -

Rusia menggelar uji coba terbaru melibatkan rudal jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak nuklir pada Selasa (12/5). Uji coba rudal ini digelar beberapa bulan setelah perjanjian yang membatasi persenjataan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) berakhir.

Berakhirnya perjanjian bernama New START pada Februari lalu, seperti dilansir AFP, Rabu (13/5/2026), secara resmi membebaskan kedua negara dengan kekuatan nuklir terbesar di dunia itu dari sejumlah pembatasan.

Uji coba rudal Rusia itu diumumkan langsung oleh Presiden Vladimir Putin.

"Ini adalah sistem rudal paling ampuh di dunia," klaim Putin setelah menerima laporan keberhasilan peluncuran rudal Sarmat, yang merupakan jenis rudal balistik antarbenua (ICBM).

Baca juga: Putin Tegaskan Pengembangan Kekuatan Nuklir Rusia Prioritas Mutlak

Putin mengatakan rudal tersebut mampu membawa hulu ledak yang lebih kuat empat kali lipat daripada rudal apa pun yang dimiliki militer Barat. Ditambahkan oleh Putin bahwa rudal Sarmat akan diterjunkan dalam "tugas tempur" pada akhir tahun ini.

Pemimpin Rusia itu telah berulang kali mengatakan bahwa rudal tersebut akan dikerahkan pada akhir tahun, sejak uji coba pertama digelar pada tahun 2022 lalu, namun rencana tersebut belum terwujud.

Rudal Sarmat, yang disebut sebagai "Satan II" oleh NATO, merupakan rudal ICBM pertama yang diproduksi di Rusia pasca-Uni Soviet yang diklasifikasikan sebagai "super berat".

Uji coba rudal Sarmat buatan Rusia yang mampu membawa hulu ledak nuklir (AFP PHOTO/RUSSIAN DEFENCE MINISTRY) Foto: AFP PHOTO/RUSSIAN DEFENCE MINISTRY




(nvc/idh)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Didesak Beri Gelar Pahlawan Nasional ke Mahasiswa Trisakti yang Gugur saat '98 
• 23 jam lalurealita.co
thumb
Tak Cuma Soal Harga, Masyarakat Kini Lebih Selektif Memilih Hewan Kurban
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Petugas Lapas Pemuda Madiun, Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ganja Lewat Modus Pelemparan dari Luar Tembok
• 22 jam lalurealita.co
thumb
WFH ASN, Ada Risiko Kebocoran Data Negara dari WiFi hingga Perlunya Standar Keamanan
• 6 jam lalukompas.com
thumb
BPBD Jatim bentuk Destana di 38 kabupaten/kota
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.