Kelantan-Jakarta Terkoneksi Langsung Mulai Juni 2026

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Negara Bagian Kelantan di Malaysia bakal terhubung secara langsung dengan Jakarta melalui penerbangan langsung mulai Juni 2026. Koneksi ini membuka peluang dalam berbagai bidang, terutama pariwisata, kesehatan, dan pertukaran kebudayaan.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menerima kunjungan Menteri Besar Kelantan Mohd Nassuruddin Daud di Balai Kota Jakarta pada Rabu (13/5/2026). Pertemuan dilakukan menjelang Kelantan Day di Jakarta pada 14 Mei 2026.

Keduanya antara lain membahas daya tarik wisata masing-masing wilayah, layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, serta naskah dan arsip kuno Melayu. ”Mulai 16 Juni ini akan ada penerbangan langsung dari Kelantan ke Jakarta via Bandara Sultan Ismail Petra,” ujar Nassuruddin.

Kelantan terletak di Semenanjung Malaysia. Posisinya juga berbatasan dengan Thailand.

Nassuruddin menyebut, Kelantan terkenal dengan sebutan Serambi Mekkah. Di sana banyak pesantren atau pondok pengajian Islam sejak dulu kala. Salah satunya Masjid Kampung Laut, masjid tertua yang terbuat dari kayu.

Kelantan juga punya air terjun Jelawang di Taman Hutan Negeri Stong, Dabong. Wisata alam setinggi 303 meter itu termasuk air terjun tertinggi di Asia Tenggara.

”Kalau di Malaysia, Kelantan dianggap sebagai negeri kebudayaan, seni, dan surga makanan,” katanya.

Nasi Kerabu merupakan hidangan khas sekaligus populer. Nasi berwarna biru cerah hasil rendaman bunga telang itu dipadukan dengan aneka ulam segar, telur asin, kerupuk ikan, dan lauk pilihan seperti ayam goreng atau ikan celup tepung.

Nassuruddin juga mengklaim layanan kesehatan yang berkualitas. Namun, biayanya lebih terjangkau daripada Kuala Lumpur dan Penang. ”Kelantan lebih murah, tetapi segi mutu pengobatannya setara dengan seluruh Malaysia,” ujarnya.

Baca JugaMenata Kota Tua, Memperkuat Identitas Jakarta
Baca JugaMengapa Pariwisata Indonesia Kalah dari Malaysia?
Tangkap peluang

Kelantan punya dua juta penduduk, sementara Jakarta dihuni 11 juta jiwa. Akan tetapi, jumlahnya menjadi 42 juta orang dalam lingkup aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Menurut Pramono, penerbangan langsung menambah pilihan berwisata bagi warga Malaysia, khususnya Kelantan, dan sebaliknya warga Jabodetabek. Apalagi, Jakarta punya destinasi belanja, makanan halal, bahkan sekarang terhubung ke Bandung melalui kereta cepat Whoosh.

”Tetapi, kami juga membuka kerja sama untuk mengembangkan, menggali naskah-naskah Melayu kuno antara Jakarta dan Kelantan karena dua-duanya punya sumber yang luar biasa,” kata Pramono.

Sebelumnya, politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan bahwa daya tarik Jakarta perlu ditingkatkan. Sebab, saat ini lama waktu menginap wisatawan mancanegara sudah menyentuh 2,8 hari dari sebelumnya hanya 1,5 hari.

Pemprov Jakarta antara lain melanjutkan penataan Kota Tua dan Kepulauan Seribu. Dua destinasi itu digadang sebagai masa depan Jakarta.

Pramono menyebut, orang datang ke Jakarta tidak semata-mata untuk urusan bisnis, tetapi untuk berwisata dan sebagainya. ”Saya menginginkan pembangunan dilakukan secara terencana dan dilakukan secara konsekuen, jadi gradual,” ujar Pramono.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Iduladha, Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban di Jakarta Masih Terkendali
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Sosialisasi Wajib Halal, Kepala BPJPH Ajak APSKI Kebut Sertifikasi Halal
• 21 jam laludetik.com
thumb
BI Ungkap Penyebab Rupiah Anjlok: Konflik Timur Tengah dan Kebutuhan Dolar Musiman
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Tangkap 1 Pelaku Begal yang Beraksi di Pinggir Tol Kebon Jeruk
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Trump mulai lawatan ke China, isu Iran dan Taiwan jadi sorotan
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.