Jelang Kunjungan Trump, Tiongkok Peringatkan AS soal Penjualan Senjata ke Taiwan

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Beijing: Tiongkok kembali menegaskan penolakannya terhadap penjualan senjata Amerika Serikat (AS) kepada Taiwan pada Rabu, 13 Mei 2026, seraya mendesak Washington menghormati komitmennya menjelang kedatangan Presiden Donald Trump untuk menghadiri pertemuan puncak di Beijing.

Isu Taiwan yang diperintah secara demokratis namun dianggap Tiongkok sebagai bagian dari wilayahnya diperkirakan menjadi salah satu topik utama dalam dua hari pertemuan antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pekan ini.

AS secara hukum berkewajiban menyediakan sarana pertahanan bagi Taiwan meski tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taipei.

Pada Desember lalu, pemerintahan Trump mengumumkan paket senjata senilai USD11 miliar untuk Taiwan, terbesar yang pernah diberikan Washington.

Juru bicara Kantor Urusan Taiwan Tiongkok Zhang Han mengatakan Taiwan merupakan urusan internal Tiongkok dan persoalan rakyat Tiongkok sendiri.

"Kami dengan tegas menentang Amerika Serikat melakukan segala bentuk hubungan militer dengan wilayah Taiwan Tiongkok dan dengan tegas menolak Amerika Serikat menjual senjata kepada wilayah Taiwan Tiongkok. Posisi ini konsisten dan tidak ambigu," kata Zhang di Beijing, dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 13 Mei 2026.

Ia menambahkan Taiwan merupakan "inti dari kepentingan inti Tiongkok" dan bahwa penghormatan terhadap komitmen yang dibuat pemerintahan Amerika Serikat sebelumnya adalah "kewajiban internasional yang wajib dipenuhi pihak AS."

Amerika Serikat secara resmi tidak mengambil posisi mengenai kedaulatan Taiwan di bawah kebijakan "Satu Tiongkok", namun mengakui tanpa menerima klaim Beijing bahwa pulau tersebut merupakan bagian dari Tiongkok. Anggaran Pertahanan Taiwan Jadi Sorotan Trump dijadwalkan berada di Tiongkok kurang dari sepekan setelah parlemen Taiwan yang dikuasai oposisi hanya menyetujui dua pertiga dari anggaran pertahanan khusus senilai USD40 miliar yang diajukan Presiden Lai Ching-te.

Anggaran itu tetap mendanai pembelian senjata dari Amerika Serikat namun memangkas sejumlah program domestik seperti pengembangan drone.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat pada Minggu mengatakan Washington kecewa terhadap besaran anggaran pertahanan yang disetujui karena dinilai masih di bawah kebutuhan Taiwan.

Sementara itu, seorang pejabat senior keamanan Taiwan mengatakan risiko terbesar bagi Taipei adalah jika Beijing menggunakan pengurangan anggaran tersebut sebagai alat tekanan terhadap Trump.

Menurut pejabat tersebut, Tiongkok dapat "berargumen bahwa parlemen Taiwan menolak membeli senjata dan bahwa Amerika Serikat harus menghormati kehendak rakyat Taiwan" untuk membujuk Trump menghentikan atau mengurangi dukungan pertahanan bagi Taiwan. Taiwan Bagian dari Tiongkok Reuters sebelumnya melaporkan pada Maret bahwa paket senjata kedua senilai sekitar USD14 miliar kemungkinan akan disetujui setelah Trump kembali dari Tiongkok, namun status terkini paket tersebut belum jelas.

Pada Selasa, Lai yang menolak klaim kedaulatan Beijing mengatakan dalam Copenhagen Democracy Summit bahwa Taiwan adalah "negara berdaulat dan independen" serta simbol demokrasi yang tidak akan tunduk pada tekanan.

Menanggapi pernyataan itu, Zhang mengatakan Taiwan adalah bagian dari Tiongkok yang "tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi sebuah negara."

"Tekad kami untuk menentang kemerdekaan Taiwan sekuat batu, dan kemampuan kami untuk menghancurkan kemerdekaan Taiwan tidak dapat dipatahkan," ujarnya.

Baca juga:  Trump Akan Bahas Penjualan Senjata ke Taiwan dalam Pertemuan dengan Xi Jinping


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gagal Samai Pencapaian Generasi Sebelumnya, Pelatih Timnas Indonesia U-17 Kurniawan Dwi Yulianto Minta Maaf
• 1 jam lalubola.com
thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 2 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Polemik Cerdas Cermat MPR: Juri-MC Dinonaktifkan & Acara Dievaluasi Total
• 11 jam laludetik.com
thumb
Ibam Ajukan Banding Usai Divonis 4 Tahun, Dissenting Opinion Hakim Jadi “Amunisi”
• 52 menit lalukompas.com
thumb
Serahkan Rp10,27 Triliun Hasil Penertiban Hutan, Jaksa Agung Optimistis Tak Ada Lagi Kebocoran
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.