Dukung Swasembada Gula, PT Kebon Agung Luncurkan 8 Varietas Tebu Baru

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Seremonial peluncurkan delapan varietas unggul baru tebu seri PSKA, produk gula premium oleh PT Kebon Agung. (Sumber: Dok. PT Kebon Agung)

KOMPAS.TV - PT Kebon Agung meluncurkan delapan varietas tebu, produk gula retail kemasan 500 gram, dan gula premium kemasan 50 kilogram (12/05/2026). Produk tersebut merupakan hasil program peningkatan mutu PT Kebon Agung yang dijalankan sejak 2016 hingga 2025.

Peluncuran  varietas tebu baru tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mewujudkan sistem industri gula berkelanjutan dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Direktur Utama PT Kebon Agung, Didid Taurisianto, mengatakan, delapan varietas tebu baru yang dimaksud adalah varietas unggul baru (VUB) seri PSKA. Yakni, meliputi PSKA 071, PSKA 072,  PSKA 085, PSKA 086, PSKA 087, PSKA 088, PSKA 11-1, dan PSKA 11-2. 

Varietas unggul baru seri PSKA memiliki keunggulan dari sisi kemasakan awal hingga tengah, toleransi terhadap berbagai tipologi lahan dan klasifikasi iklim, hingga ketahanan terhadap serangan penyakit tanaman.  

Varietas ini mampu menghasilkan rendemen gula lebih tinggi pada awal musim giling dibandingkan varietas tebu yang saat ini banyak digunakan.

“Ini adalah peluncuran kali ketiga yang dilakukan PT Kebon Agung setelah sebelumnya meluncurkan varietas PSKA942 di PG Trangkil pada tahun 2022, serta PSKA095 dan PSKA062 pada tahun 2025,” katanya.

PT Kebon Agung saat ini terus mendorong mekanisasi pertanian untuk menekan biaya produksi petani, efisiensi di sektor pabrik melalui peningkatan teknologi dan peremajaan mesin produksi.

“Kita harus menuju mekanisasi pertanian untuk menekan harga pokok produksi para petani. Kita selalu melakukan efisiensi di dalam pabrik untuk meningkatkan efisiensi hasil. Harga atau biaya pokok produksi di dalam pabrik pun juga bisa kita tekan.”

Satu di antara upaya adalah investasi penggantian mesin lama ke penggantian baru yang dilakukan tiap tahun. Bahkan, biaya mengganti mesin lama dengan mesin baru mencapai Rp150 miliar hingga Rp200 miliar.

“Efisiensinya bisa dijaga dan ditingkatkan. Jadi tidak hanya meningkatkan kapasitas saja, tetapi juga meningkatkan kualitas. Secara real, kami berkontribusi positif terhadap program-program pemerintah,” jelasnya.

Penulis : Natalia-Frederica

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Advertorial
  • Swasembada Gula
  • Varietas
  • Tebu
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi Tertibkan Puluhan Bangunan di Jalan Eyckman Bandung
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Hitung-hitungan Persaingan Perebutan Titel Juara BRI Super League, Persib Bandung dan Borneo FC Dilarang Terpeleset!
• 23 jam lalubola.com
thumb
Kronologi Lengkap Cerdas Cermat Empat Pilar MPR 2026 di Kalbar: dari Kesalahan Juri hingga Jadi Sorotan!
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 14 jam lalumediaapakabar.com
thumb
5 Berita Terpopuler: Setelah Ada SE Mendikdasmen 7/2026, Bagaimana Nasib PPPK Paruh Waktu? Ada Regulasi Lanjutan?
• 10 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.