jpnn.com, BANDUNG - Puluhan bangunan yang terletak di pinggir taman Jalan Eyckman, Kota Bandung, dibongkar oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Satpol PP.
Rencananya, para pedagang di kawasan tersebut bakal direlokasi setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
BACA JUGA: Sempat Dicibir Habis Bensin, Borneo FC Kini Bikin Persib Bandung Tak Tenang
Dedi mengatakan, pembongkaran sejumlah bangunan di kawasan tersebut dilakukan guna mengembalikan fungsi taman dan trotoar di Jalan Eyckman. Sebelumnya, bangunan tersebut dibangun oleh pedagang yang berjualan di kawasan tersebut.
"Jadi kami mengembalikan fungsi seluruh area sesuai fungsinya. Trotoar sesuai fungsinya, taman sesuai fungsinya yang hampir 35 tahun saya tadi tanya, dibangun tapi tidak difungsikan. Termasuk ini keluhan dari Poltekes (di kawasan Jalan Eyckman), mereka tertutup tidak bisa keluar," kata Dedi di lokasi, Selasa (12/5/2026).
BACA JUGA: Dedi Mulyadi Sudah Berandai-andai Pawai Persib di Luar Bandung, Ini Alasannya
Saat pembongkaran, Satpol PP menurunkan sebuah ekskavator untuk membongkar bangunan-bangunan tersebut. Bahkan, ditemukan mobil box yang menyimpan minuman keras terparkir di kawasan jalan tersebut.
"50-an (bangunan). Kemudian di sini minuman keras tadi hampir satu boks mobil ditemukan, mereka biasa mabok di sini," ujarnya.
BACA JUGA: Polda Jabar Tetapkan 13 Tersangka Kericuhan May Day, Termasuk Inisial Kuplay dan Pablo
Dedi menuturkan, pihaknya memberikan kompensasi kepada para pedagang yang dibongkar bangunannya. Dia juga mengaku akan berkoordinasi dengan Pemda Bandung untuk relokasi para pedagang di kawasan tersebut
"Nanti kita carikan solusi, yang penting mereka pulang ke rumah bekel makan sebulan cukup itu dulu. Nanti kita diskusi apa yang dilakukan bagaimana Ibu Kota Provinsi Jawa Barat ini kelihatan bersih rapih dan indah tapi masyarakat ekonominya berjalan," jelasnya.
Salah seorang pedagang, Sri (45 tahun), mengaku pasrah karena bangunan untuk berjualan buah-buahan dan kopi miliknya, dibongkar oleh pemerintah.
Namun, dia meminta agar disediakan tempat baru agar bisa kembali berjualan demi menghidupi keluargannya.
"Jualan di sini sudah 20 tahun jualan buah, kopi. Saya mah ikhlas, kan ini bukan tempat saya. Harapannya mau ditempatkan lagi. Anak baru masuk kuliah, nanti gimana buat bayarnya. Jadi mau ditempatkan lagi gitu ajalah. Maunya di sini lagi, tapi di mana aja gak apa-apa," ucap Sri.(mcr27/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


