Grid.ID - Usai Rachel Vennya menyampaikan pernyataan di media terkait ketidaksediaan atas penjualan aset rumah di Kemang, pihak Niko Al Hakim alias Okin, akhirnya angkat bicara. Melalui kuasa hukumnya, Axl Matthew Situmorang, ia menyoroti adanya kontradiksi pernyataan.
Axl menyayangkan narasi yang menyudutkan kliennya. Ia menyebut bahwa pihak lawan sempat melontarkan kalimat bahwa mereka "tidak peduli" dengan harga jual rumah, namun nyatanya menuntut pembagian hasil jika ada kelebihan dari nilai yang disepakati.
"Menurut saya agak kontradiktif statement beliau yang dikatakan di media sosial kemarin itu dengan kesepakatan yang terjadi. Alasannya kenapa? Bahasanya kan di situ headline enggak peduli. Kalau memang tidak peduli, adapun kelebihan dari perjanjian ini, mantan istrinya minta," kata Axl Matthew Situmorang di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
"Saya enggak mungkin bicara sembarangan. Ada tertulis, ada perjanjian tertulis yang terbaru yang tanggal 9 Mei ini," imbuhnya.
Adapun perihal pernyataan pihak Rachel Vennya yang sempat viral di media massa mengenai "pengusiran", Axl membantah hal tersebut secara tegas. Pihak Okin mengklaim bahwa mereka telah memberikan waktu yang cukup bagi mantan istri untuk mempersiapkan diri sesuai kesepakatan.
"Soal masalah pengosongan, harusnya kan dari bulan Maret sampai akhirnya sesuai dengan perjanjian ini mantan istrinya itu diperbolehkan untuk tinggal sampai tanggal 30 Juni 2026," jelas Axl.
Axl juga menepis anggapan bahwa kliennya bersikap arogan dalam proses negosiasi properti tersebut. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil Okin selalu melalui prosedur negosiasi yang fair.
"Mungkin pada awalnya kan memang kita kirimkan proposal ya, namanya kita negosiasi kan bukan artinya kita langsung menyuruh orang untuk mengosongkan, kan ada etikanya," papar Axl.
Terakhir, Axl menegaskan bahwa komitmen Okin membayar total Rp 3,1 miliar bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, ia meminta publik untuk tidak mudah termakan oleh narasi sepihak.
"Niko membayar kok Rp 3,1 miliar, cari di mana hari ini bos mikro ekonomi lagi kayak gini kan. Coba kalau dibilang bahasanya klien saya tidak bertanggung jawab, bisa enggak kasih mantan istri Rp 3,1 miliar?" pungkas Axl.(*)
Artikel Asli




