Pantau - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengunjungi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, guna meninjau transformasi layanan pelabuhan dan penguatan sistem logistik nasional sebagai bagian dari program prioritas pemerintah.
Dudung mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program strategis Presiden Prabowo berjalan selaras, khususnya dalam pengembangan ekosistem logistik nasional.
"Saya selaku KSP punya tugas bagaimana menyelaraskan program-program Presiden Prabowo. Dan memastikan tentang program unggulan Bapak Presiden, salah satunya bagaimana ekosistem logistik ini akan mendukung program nasional," ungkapnya.
Pelindo Paparkan Tiga Proyek Strategis NasionalDalam pertemuan tersebut, Pelindo memaparkan tiga rencana strategis utama pengembangan pelabuhan dan konektivitas logistik nasional.
Program pertama yakni pengembangan kawasan NIPA Transit Anchorage Area di Selat Malaka untuk mendukung layanan ship-to-ship transfer, bunkering, dan marine services.
Pelindo juga meminta dukungan percepatan regulasi, termasuk penetapan kawasan tersebut sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB) atau Free Trade Zone.
Program kedua adalah pengembangan ekosistem Kalibaru guna memperkuat Pelabuhan Tanjung Priok sebagai gerbang utama perdagangan nasional.
Pengembangan itu mencakup terminal peti kemas, terminal produk, hingga pembangunan New Priok Eastern Access (NPEA) yang terintegrasi dengan jalan tol dan kawasan hinterland.
Sementara program ketiga ialah revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu melalui normalisasi garis pantai, pengerukan alur pelayaran hingga -6,5 mLWS, serta pengembangan terminal curah kering dan cair.
KSP Siap Fasilitasi Penyelesaian HambatanDudung menegaskan Kantor Staf Presiden siap membantu menyelesaikan berbagai kendala birokrasi dan koordinasi lintas kementerian yang menghambat pengembangan pelabuhan.
"Beberapa hal yang disampaikan Pak Direktur Utama, kendala-kendala di lapangan, masalah kebirokrasian memang harus kita tuntaskan, nanti akan kita selesaikan," katanya.
Ia juga menyoroti perlunya efektivitas komunikasi dengan Bea Cukai agar koordinasi tidak berbelit.
Sebagai tindak lanjut, Pelindo akan mengirimkan surat resmi kepada KSP terkait berbagai kendala strategis agar dapat difasilitasi melalui audiensi debottlenecking lintas kementerian dan lembaga.
KSP juga akan memantau rencana aksi Pelindo melalui mekanisme SISMONEV dan Distra KSP.
"KSP tentunya hanya sebagai penyambung untuk menyelesaikan persoalan-persoalan Pelindo dengan kementerian yang tidak tuntas atau yang menghambat," ujar Dudung.
Dudung Apresiasi Kinerja Sektor PelabuhanSelain fokus pada penyelesaian hambatan, Dudung mengapresiasi tren positif sektor pelabuhan nasional yang dinilai berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
"Dan yang menggembirakan adalah justru nilai impor yang saat ini meningkat sampai 11 persen, bahkan di Semarang itu meningkat sampai 13 persen. Tentunya ini akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian," katanya.
Dudung menegaskan kehadiran KSP di Tanjung Priok merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan transformasi pelabuhan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata terhadap efisiensi logistik nasional.




