JAKARTA, DISWAY.ID-- Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Satuan Tugas (satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) kembali menyerahkan uang sitaan hasil perkara ke kas negara. Kali ini berjumlah, Rp10.270.051.886.464.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa capaian ini bukan untuk mencari popularitas.
BACA JUGA:Persoalan Sampah Tak Bisa Lagi Andalkan TPA, KLH Soroti Pentingnya Akses Waste Station
Menurutnya, upaya penyelamatan kekayaan negara merupakan persoalan keberlangsungan hidup rakyat Indonesia.
“Ini bukan masalah mau atau tidak mau. Bukan masalah kita cari popularitas. Ini bukan pemerintah Prabowo sok populis, tidak,” kata Prabowo denda administratif kehutanan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di Kejagung, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurutnya, pengembalian uang tersebut demi keberlangsungan hidup rakyat Indonesia.
BACA JUGA:Cot Girek dan Ujian Negara Menjaga Kepastian Hukum
"Ini adalah masalah survival, 287 juta rakyat Indonesia, tidak mungkin hidup baik hidup sejahtera kalau kekayaannya diambil tiap hari tiap Minggu tiap bulan," imbuhnya.
Prabowo pun mengapresiasi capaian Satgas PKH yang dinilai telah berhasil menyetor hasil penyelamatan aset negara untuk kepentingan rakyat. Namun ia menilai hasil tersebut baru sebagian kecil dari total potensi kekayaan negara yang masih harus direbut kembali.
“Padahal ini baru sekelumit kekayaan yang berhasil kita selamatkan. Perjuangan masih susah, masih ratusan triliun, masih ribuan triliun yang harus kita selamatkan,” tegasnya.
BACA JUGA:3 Hotel di Anyer Pilihan Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, Nikmati Sunset Tak Jauh dari Jakarta
Lebih lanjut, mantan Menteri Pertahanan ini mengatakan keberadaan Satuan Tugas (satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) tidak disukai oleh beberapa pihak.
Menurutnya, pihak yang membenci Satgas PKH adalah para “bandit” dan “perampok” yang selama ini menikmati hasil penguasaan ilegal atas sumber daya negara.
"Saya paham satgas PKH bukan satgas yang sekarang disukai, banyak yang tidak suka sama kalian, ya itu, bandit bandit perampok itu gak suka sama kalian. Ya tinggal kamu, kamu takut sama mereka atau kamu bela rakyat, tergantung kamu," kata Prabowo.





