Bantu BI Stabilkan Rupiah, Purbaya Fokus Jaga Bond Market

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pemerintah bakal mendukung Bank Indonesia (BI) demi menjaga nilai tukar rupiah.

Bantu BI Stabilkan Rupiah, Purbaya Fokus Jaga Stabilitas Bond Market. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pemerintah bakal mendukung Bank Indonesia (BI) demi menjaga nilai tukar rupiah, yang belakangan terdepresiasi di atas Rp17.000. Upaya yang dimaksud mecakup menjaga stabilisasi nilai tukar di pasar surat utang negara.

Purbaya menuturkan, pemerintah akan menjalankan kembali skema Dana Stabilisasi Obligasi  (Bond Stabilization Fund). Skema tersebut dijalankan untuk obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun.

Baca Juga:
Purbaya Respons Rupiah Melemah: Urusan Bank Sentral, Bukan Kementerian Keuangan

"Kami akan jaga stabilized bond market, membantu bank sentral. Tentunya kami akan berkoordinasi dengan bank sentral juga," ujar Purbaya di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, selepas seremoni penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan, Rabu (13/5/2026).

Purbaya menitikberatkan intervensi di pasar surat utang negara menjadi yang rasional untuk mengerek nilai tukar rupiah dan minim risiko. 

Baca Juga:
Kadin China Keluhkan Penempatan DHE SDA di Himbara, Ini Tanggapan Purbaya

"Kami ada masuk ke stabilized bond market, kalau bond market stabil orang itu nggak jual. mereka nggak takut dengan capital loss, yang keluar juga akan berkurang. Itu hitungan saya, apalagi kalau nanti bond-nya menguat, kan ada potensi capital gain, selain itu mereka juga dapat capital gain," kata Purbaya.

Sebelumnya, Purbaya juga merencanakan rencana strategis pemerintah untuk penerbitan surat utang di Pasar China, Panda Bond, yang berdenominasi Yuan.

Baca Juga:
Kejar Ekonomi 6 Persen, Ini Sederet Stimulus yang Disiapkan Purbaya hingga Akhir 2026

Purbaya menjelaskan penerbitan surat utang ini, akan mengurangi ketergantungan negara terhadap dolar Amerika Serikat, terutama dari sisi pengadaan utang.

“Tujuan penerbitan Panda Bond adalah agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pendanaan dalam bentuk dolar AS,” kata Purbaya dalam Bincang Bareng Media di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Loyo ke Rp17.500, Pemerintah Waspadai Tekanan pada Harga BBM
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Peralihan Musim, Warga Lebak Diminta Waspada DBD Lewat Gerakan 3M Plus
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
CSIS: Rata-rata Setiap Hari Terjadi 5 Insiden Kekerasan Kolektif Sepanjang 2025
• 14 menit lalukompas.id
thumb
Prabowo ke Satgas PKH: Bandit-Perampok Tak Suka Kalian, tapi Saya Lihat Prestasi
• 3 jam laludetik.com
thumb
Muhammad Seili Divonis 12 Tahun Penjara dalam Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.