jpnn.com, JAKARTA - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan bahwa dinamika pasar modal dan pasar uang di tanah air saat ini memang kurang baik.
Hal itu dia katakan dalam cuitannya di akun media sosial X resmi @SBYudhoyono.
BACA JUGA: Produk Reksa Dana dan Pasar Uang Syariah BRI-MI Tembus Rp 1 Triliun
“Saya, sambil melukis di Magelang, mengikuti perkembangan dan dinamika pasar. Baik pasar modal maupun pasar uang. Memang, kurang menggembirakan,” tulis SBY.
Walau begitu, dia berpendapat bahwa tekanan ekonomi yang lebih berat masih dapat dicegah.
BACA JUGA: Kinerja SPU Syariah Pasar Uang Syariah BRI-MI Tumbuh Positif di Tengah Ketidakpastian Pasar
“Tentu something must be done. Kita masih memiliki "political and economic resources". Opsi dan solusi masih tersedia,” kata dia.
SBY mengaku yakin bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah, dunia usaha, para ekonom dan seluruh pemangku kepentingan masih dalam satu arahan.
BACA JUGA: Laporan Modal Asing Keluar di Pasar Uang Domestik
“Mutual trust mesti dibangun bersama. Mari kita berikan kesempatan dan dukungan kepada pemerintah. Insya Allah Indonesia Bisa,” tuturnya.
Adapun, rupiah sempat ambles ke level Rp 17.519 per dolar AS (USD), pada Selasa (12/5). (mcr4/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




