AS Mulai “Mencekik” Iran! Jalur Uang ke Tiongkok Diburu, 9 Perusahaan Langsung Disanksi

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia — Pemerintah Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Pada Senin, 11 Mei 2026, Departemen Keuangan Amerika Serikat secara resmi mengumumkan paket sanksi baru yang menargetkan sejumlah individu dan perusahaan yang diduga terlibat dalam jaringan penjualan minyak Iran ke Tiongkok.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi “tekanan maksimum” Washington terhadap Teheran, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta memanasnya hubungan Amerika Serikat dengan Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam pernyataan resminya, Departemen Keuangan AS menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump akan terus memperluas tekanan ekonomi untuk memutus sumber pendanaan utama Iran, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Pemerintah AS menuduh jaringan perusahaan tersebut membantu Iran menyembunyikan asal-usul minyak, memfasilitasi pengiriman lintas negara, hingga membantu transaksi keuangan internasional yang memungkinkan Teheran tetap memperoleh pemasukan besar meskipun berada di bawah embargo dan sanksi internasional.

Perusahaan di Hong Kong, UEA, dan Oman Jadi Target

Dalam paket sanksi terbaru ini, Amerika Serikat menjatuhkan pembatasan terhadap:

Menurut Departemen Keuangan AS, perusahaan-perusahaan tersebut diduga berperan sebagai perantara dalam rantai distribusi minyak Iran menuju pasar Tiongkok.

Washington menilai jaringan ini sengaja dibentuk untuk membantu Iran menghindari pengawasan internasional, termasuk dengan menggunakan perusahaan cangkang, pengalihan dokumen pengiriman, hingga metode transfer kapal-ke-kapal di laut untuk menyamarkan asal minyak.

Pemerintah AS menyebut praktik semacam ini telah menjadi pola utama yang digunakan Iran selama bertahun-tahun untuk mempertahankan ekspor minyaknya di tengah tekanan sanksi Barat.

Amerika Ingin Putus Sumber Dana Iran

Dalam keterangannya, Departemen Keuangan AS menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah melemahkan kemampuan Iran dalam mengumpulkan dana yang disebut digunakan untuk mendukung aktivitas militer regional dan program strategisnya.

Washington secara khusus menyoroti peran Garda Revolusi Iran, yang oleh AS dikategorikan sebagai organisasi teroris asing.

Pemerintah Amerika menyatakan bahwa hasil penjualan minyak Iran diduga digunakan untuk mendanai berbagai operasi regional, termasuk dukungan terhadap kelompok-kelompok bersenjata sekutu Iran di Timur Tengah.

Karena itu, AS menilai pemutusan jalur pendanaan menjadi bagian penting dalam strategi menghadapi Teheran.

Scott Bessent: Tiongkok Membeli Hampir Seluruh Minyak Iran

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, dalam pernyataannya mengatakan bahwa Tiongkok saat ini membeli sekitar 90 persen ekspor minyak Iran.

Pernyataan tersebut mempertegas posisi Tiongkok sebagai pasar utama energi Iran di tengah sanksi internasional yang semakin ketat.

Menurut Washington, tanpa pembelian dari Tiongkok, kemampuan Iran mempertahankan pemasukan devisa dari sektor energi akan mengalami tekanan sangat besar.

Pemerintah AS juga menuduh sejumlah perusahaan logistik dan perdagangan internasional membantu proses distribusi minyak Iran ke pasar Asia dengan menggunakan jalur tidak transparan.

Hubungan Iran dan Tiongkok Jadi Sorotan

Hubungan ekonomi antara Iran dan Tiongkok memang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah tekanan Barat, Beijing tetap mempertahankan kerja sama ekonomi dan energi dengan Teheran. Tiongkok bahkan menjadi salah satu penyelamat utama ekonomi Iran melalui pembelian minyak dalam jumlah besar.

Banyak analis internasional menilai bahwa hubungan ini kini bukan sekadar kerja sama energi biasa, melainkan telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang memiliki dampak besar terhadap keseimbangan geopolitik global.

Amerika Serikat sendiri berulang kali memperingatkan bahwa pihak mana pun yang membantu Iran menghindari sanksi dapat ikut dikenai tindakan hukuman ekonomi.

Ketegangan Timur Tengah Terus Memanas

Pengumuman sanksi terbaru ini muncul di tengah situasi Timur Tengah yang semakin tidak stabil sepanjang Mei 2026.

Dalam beberapa hari terakhir, kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz terus menjadi pusat perhatian dunia setelah muncul berbagai laporan mengenai:

Washington menilai tekanan ekonomi harus berjalan bersamaan dengan tekanan militer dan diplomatik untuk memaksa Iran kembali memenuhi tuntutan internasional terkait program nuklir dan aktivitas regionalnya.

Sementara itu, Iran terus menegaskan bahwa mereka tidak akan tunduk terhadap tekanan Amerika dan tetap akan mempertahankan hak ekonominya, termasuk ekspor minyak.

Situasi ini membuat ketegangan antara kedua negara kembali berada pada titik yang sangat sensitif, dengan risiko eskalasi yang sewaktu-waktu dapat memicu dampak lebih luas terhadap stabilitas kawasan dan pasar energi dunia. (***)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini 13 Mei 2026, Waspada Hujan di Jakpus dan Jakbar!
• 16 jam laludisway.id
thumb
Pemprov DKI Selidiki Parkir Ilegal Blok M Square: Kami Cek Izin dan Pajaknya
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Budaya yang Membuat Perempuan Saling Menjatuhkan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Remaja Jadi Korban Prostitusi Online di Medan, 2 Pelaku Ditangkap
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Ashanty dan Anang Siap Berangkat Haji 2026 Setelah Penantian Panjang, Ungkap Persiapan Menuju Tanah Suci
• 9 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.