Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengatakan negara belum sepenuhnya menyelamatkan kekayaan akibat praktik pencurian dan perampasan kekayaan negara. Masih terdapat ratusan hingga ribuan triliun rupiah kekayaan negara yang harus diselamatkan dari para koruptor.
"Pada hari ini baru sekelumit kekayaan yang berhasil kita selamatkan. Perjuangan masih susah, masih ratusan triliun, masih ribuan triliun yang harus kita selamatkan," ujar Prabowo dalam sambutannya pada acara penyerahan hasil penertiban berupa denda administrasi dan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp10,27 triliun di Kejaksaan Agung, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 13 Mei 2026.
Presiden Prabowo mengatakan pemerintah bertekad mengamankan dan menyelamatkan kekayaan negara di mana pun berada. Menurut dia, penguasaan negara atas bumi, air, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Presiden Prabowo mengatakan upaya penyelamatan kekayaan negara dilakukan agar rakyat Indonesia tidak terus hidup dalam kemiskinan dan penderitaan akibat kekayaan negara yang mengalir keluar negeri.
"Tidak mungkin hidup baik, hidup sejahtera Kalau kekayaannya diambil tiap hari, tiap minggu, tiap bulan. Kelapa sawit kita diekspor, hasil ekspor tidak ditaruh di Indonesia. Batu bara kita dijual, diekspor, hasil ekspor tidak ditaruh di Indonesia. Penjualan timah, penjualan emas, penjualan itu datanya ada, faktanya ada," ujar Presiden Prabowo.
Kepala Negara menyebut perjuangan penyelamatan kekayaan negara merupakan upaya untuk menjaga masa depan Indonesia dan generasi penerus.
Presiden mengatakan masyarakat pada akhirnya akan menentukan sikap terhadap pihak yang membela kepentingan rakyat maupun pihak yang merampas kekayaan negara.
Rakyat, kata Prabowo, menyaksikan kekayaan Indonesia dicuri dan diambil setiap hari sehingga kondisi tersebut harus dihentikan. Pemerintah akan terus berjuang menghentikan praktik tersebut meski menghadapi berbagai risiko.
"Rakyat Indonesia akan menentukan sikap dan kita mengerti bahwa mereka paham, bahwa mereka menyaksikan tiap hari kekayaan Indonesia dicuri, diambil, ini harus berhenti. Dan kita akan berjuang keras untuk hentikan itu dengan segala risiko," tegas dia.
Baca Juga: Disaksikan Presiden, Kejagung Serahkan Uang Rampasan Rp10,2 Triliun ke Negara
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Presiden Prabowo juga menyinggung keberadaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang tidak disukai oleh pihak-pihak yang selama ini mengambil keuntungan dari kekayaan negara. Dia menilai hasil kerja Satgas PKH yang telah beberapa kali menyerahkan hasil penyelamatan keuangan negara merupakan sebagian kecil dari kekayaan negara yang berhasil diamankan.
Menurut dia, masih ada ratusan hingga ribuan triliun rupiah keuangan negara yang masih harus diselamatkan.
"Pertanyaan nanti banyak, apakah bisa? Jawabannya adalah bukan apakah bisa. Jawabannya adalah harus bisa. Ini bukan masalah mau tidak mau, ini bukan masalah kita cari popularitas, bukan, ini bukan, oh Pemerintah Prabowo sok populis, tidak. Ini adalah masalah survival 287 juta rakyat Indonesia. Tidak mungkin hidup baik, hidup sejahtera kalau kekayaannya diambil tiap hari, tiap minggu, tiap bulan," kata Prabowo.




