Bisnis.com, JAKARTA — Pengembangan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Sumatra Selatan, yang didukung degan jalan tol penghubung menuju fasilitas infrastruktur tersebut diyakini akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan Sumatra bagian selatan.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengatakan integrasi jalan tol dan pelabuhan tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas logistik sekaligus meningkatkan volume distribusi komoditas unggulan dari Sumatra Selatan dan wilayah sekitarnya.
Menurutnya, salah satu dampak paling nyata akan dirasakan oleh sektor batu bara yang selama ini masih menghadapi tantangan jalur distribusi.
“Salah satunya [yang terkait adalah] Bukit Asam [PTBA]. Selama beberapa tahun ini volumenya relatif tertahan karena alur keluarnya memang cukup menjadi tantangan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Dia menjelaskan keberadaan jalan tol dan pelabuhan baru nantinya diharapkan dapat meningkatkan volume distribusi berbagai komoditas unggulan seperti batu bara, kopi, karet, sawit, hingga komoditas lainnya dari Sumatra Selatan dan sederet daerah lain seperti Jambi dan Kepulauan Bangka Belitung.
Dengan meningkatnya volume distribusi tersebut, pertumbuhan ekonomi daerah juga diperkirakan ikut terdorong.
Baca Juga
- Proyek Tol Akses Pelabuhan Palembang Baru Telan Investasi Rp26 Triliun
- Tol Sumatra Ruas Betung-Jambi Seksi 4 Jalani Tes Layak Fungsi, Pekerjaan Fisik Capai 93,03%
- Progres Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra, Memasuki Seksi Sicincin - Bukittinggi Sumbar
Menurutnya, pembangunan konektivitas logistik tersebut juga akan meningkatkan kualitas distribusi barang sekaligus menekan ongkos logistik yang selama ini menjadi hambatan daya saing komoditas dari Sumatra bagian selatan.
“Keberadaan tol ini akan memberikan kualitas kegiatan logistik dan itu berimpak terhadap cost,” katanya.
Todotua mengatakan integrasi jalan tol dan pelabuhan akan membuat jalur distribusi komoditas menjadi lebih efisien sehingga mampu meningkatkan daya saing produk-produk unggulan daerah di pasar domestik maupun ekspor.
“Kita bisa menurunkan ongkos logistik dan menaikkan jumlah volume komoditas yang ada,” ujarnya.
Pemerintah sebelumnya menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) Rencana Kerja Sama Integrasi Pembangunan Jalan Tol Menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.
Penandatanganan dilakukan oleh BKPM bersama Kementerian Pekerjaan Umum, PT Hutama Karya (Persero), PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA), dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).





