JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait sebaran awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia untuk sepekan ke depan, terhitung mulai 14 hingga 20 Mei 2026.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca numerik, sejumlah jalur perairan strategis kini berada dalam status kewaspadaan tinggi.
Awan Cumulonimbus merupakan musuh utama dalam keselamatan navigasi, baik di udara maupun di laut.
Kemunculan awan ini sering kali disertai dengan cuaca ekstrem seperti hujan badai, kilat, petir, hingga ancaman turbulensi hebat bagi pesawat yang melintas.
Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Pertumbuhan Awan Cumulonimbus 13-19 Mei 2026, di Wilayah Mana Saja?
Dalam laporan terbaru, BMKG memetakan wilayah dengan kategori Frequent (FRQ), yakni kondisi di mana cakupan spasial awan Cumulonimbus diprediksi sangat padat atau melebihi 75 persen.
Wilayah yang masuk dalam zona merah ini didominasi jalur perairan utama, antara lain:
- Jalur Laut dan Selat: Selat Karimata (bagian utara dan selatan), Laut Natuna Utara, Laut Banda, serta Laut Jawa bagian timur.
- Wilayah Samudra: Samudra Hindia di barat Kepulauan Mentawai dan barat Lampung, serta Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
Kepadatan awan yang masif di sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna Utara menuntut kewaspadaan ekstra dari para pilot dan nakhoda yang melintasi rute tersebut.
Selain zona risiko tinggi, potensi awan Cumulonimbus dengan kategori Occasional (OCNL) atau cakupan 50 hingga 75 persen juga terpantau meluas di hampir seluruh daratan Indonesia.
Baca Juga: BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Terik Belakangan Ini, Peralihan ke Musim Kemarau
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- cuaca ekstrem Mei 2026
- Selat Karimata
- Laut Natuna Utara
- peringatan dini





