Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima kunjungan Chief Minister of the State of Kelantan, Mohd Nassuruddin Daud, di Balai Kota Jakarta, Selasa (13/5).
Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral antara Jakarta dan Kelantan, Malaysia, mulai dari konektivitas penerbangan, investasi, kebudayaan, hingga pendidikan.
Pram mengatakan, salah satu poin utama yang dibahas dalam pertemuan itu adalah pembukaan penerbangan langsung (direct flight) rute Kelantan-Jakarta yang akan mulai beroperasi pada 16 Juni mendatang. Menurutnya, rute tersebut akan membuka peluang baru bagi masyarakat kedua wilayah, baik untuk wisata, bisnis, maupun layanan kesehatan.
“Jakarta ini penduduknya 11 juta, kalau aglomerasinya 42 juta, tentunya sebuah pasar yang besar. Dan salah satu kelebihan di Kelantan adalah kesehatan. Kalau selama ini warga Jakarta ke Malaysia itu rata-rata ke Penang, mungkin Kelantan bisa jadi alternatif baru,” kata Pram usai pertemuan.
Selain sektor kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan naskah Melayu kuno yang dimiliki kedua daerah. Pramono menyebut Jakarta dan Kelantan sama-sama memiliki kekayaan sejarah dan budaya Melayu yang dapat dikembangkan bersama.
“Kami juga membuka kerja sama untuk mengembangkan, menggali naskah-naskah Melayu kuno antara Jakarta dan Kelantan. Karena dua-duanya punya sumber yang luar biasa,” ujarnya.
Tak hanya itu, kerja sama di bidang investasi, pendidikan, dan kebudayaan juga menjadi fokus pembicaraan kedua pihak.
Sementara itu, Mohd Nassuruddin Daud mengatakan kunjungan rombongan Pemerintah Kelantan ke Jakarta dilakukan untuk mempromosikan potensi daerahnya menjelang pembukaan penerbangan langsung Kota Bharu-Jakarta.
Ia memperkenalkan Kelantan sebagai negeri yang dikenal dengan julukan Serambi Makkah di Malaysia karena memiliki banyak pesantren dan pondok pengajian Islam yang telah berkembang sejak lama.
Menurutnya, Kelantan juga memiliki beragam destinasi wisata dan budaya unggulan, mulai dari masjid kayu tertua di Malaysia yang berusia lebih dari 300 tahun hingga Air Terjun Jelawang yang disebut sebagai air terjun tertinggi di Asia Tenggara.
“Kelantan dianggap sebagai negeri kebudayaan dan surga makanan. Banyak makanan khas yang tidak terdapat di negeri lain,” ujar Nassuruddin.
Di kesempatan itu, ia turut mempromosikan Nasi Kerabu, kuliner khas Kelantan yang disebut pernah meraih penghargaan internasional di Dubai.
Selain wisata budaya dan kuliner, Kelantan juga menawarkan wisata kesehatan dengan biaya layanan yang dinilai lebih murah dibanding Kuala Lumpur maupun Penang, tetapi tetap memiliki kualitas layanan kesehatan yang diakui secara internasional.
Nassuruddin juga menjelaskan posisi strategis Kelantan yang berbatasan langsung dengan Thailand serta dekat dengan sejumlah destinasi wisata terkenal di Malaysia, seperti Pulau Perhentian dan Pulau Redang di Negara Bagian Terengganu.
Kunjungan tersebut juga berkaitan dengan agenda Kelantan Day yang akan digelar di Jakarta pada 14 Mei. Acara itu diharapkan menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat Jakarta dan Kelantan, sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan investasi kedua wilayah.





