Dahnil Anzar Simanjuntak Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) menyampaikan, hingga saat ini lebih dari 148 ribu Jemaah Haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci.
Menurutnya, proses keberangkatan dan pelayanan jamaah berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Pemerintah, kata Dahnil, terus melakukan peningkatan layanan bagi jemaah, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi hingga pelayanan kesehatan selama berada di Arab Saudi.
“Alhamdulillah sampai hari ini sudah lebih dari 148 ribu jemaah haji dari Indonesia yang tiba di Tanah Suci dan semuanya berjalan lancar. Tidak ada sesuatu yang berarti menjadi halangan dan hambatan dalam keberangkatan,” ujar Dahnil dalam diskusi soal haji, di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Kemudian, Dahnil menjelaskan fasilitas hotel dan akomodasi terutama di Madinah mendapat respons positif dari jemaah karena lokasinya yang dekat dengan Masjid Nabawi serta adanya peningkatan fasilitas dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Jemaah sangat puas karena mendapat fasilitas hotel yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi dan banyak fasilitas yang kami upgrade pada tahun ini, jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Lalu, Dahnil juga melihat peran petugas haji yang dinilai semakin responsif dan memiliki semangat pelayanan yang tinggi.
Para petugas itu telah dipersiapkan secara intensif selama lebih dari satu bulan sebelum operasional haji berlangsung.
“Para petugas haji kita sangat dedikatif terhadap tugasnya dan sangat responsif, mempunyai spirit melayani,” ungkapnya.
Sekarang, Pemerintah fokus mempersiapkan puncak ibadah haji yang akan berlangsung mulai 26 Mei 2026.
Persiapan dilakukan secara matang agar seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan nyaman bagi jemaah.
“Kenyamanan dan keamanan jamaah adalah fokus utama perhatian Presiden Prabowo,” tegas Dahnil.
Selain itu, aspek kesehatan jemaah juga menjadi perhatian serius Pemerintah. Dahnil menyebut angka jemaah wafat di Arab Saudi tahun ini berhasil ditekan dan lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini Alhamdulillah kita bisa terus menekan jumlah kematian jemaah yang wafat di Saudi Arabia dan jumlahnya relatif jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Untuk mendukung pelayanan kesehatan, Pemerintah menyediakan dua klinik kesehatan besar di Makkah dan Madinah, serta lebih dari 40 klinik tambahan yang tersebar di sektor dan hotel jemaah.
Di sektor transportasi, Pemerintah Indonesia juga mengoperasikan lebih dari 1.600 Bus Shalawat untuk mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram.
“Semua model pelayanan kami maksimalkan. Bahkan pelayanan haji Indonesia tahun ini mendapatkan apresiasi dari beberapa negara dan menjadi percontohan terkait peran maksimal petugas haji,” pungkas Dahnil.(faz/rid)




