Liputan6.com, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih terus mengumpulkan berbagai data untuk mengungkap penyebab kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat, yang menewaskan 16 orang.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan proses investigasi hingga kini masih berlangsung, mulai dari pemeriksaan persinyalan, komunikasi, hingga pengumpulan keterangan dari sejumlah pihak terkait.
Advertisement
“Jadi kami masih dalam pengumpulan data-data di lapangan dan ada beberapa tes yang harus kami lakukan di persinyalan, di lintasan kemudian di komunikasi seperti apa,” ujar Soerjanto di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, KNKT juga masih perlu melakukan wawancara terhadap sejumlah pihak untuk melengkapi rangkaian investigasi.
“Masih banyak yang kita kumpulkan data dan masih ada beberapa orang yang harus kita wawancarai,” katanya.
Dalam proses investigasi, KNKT turut memeriksa rekaman CCTV hingga data digital yang tersimpan di sistem kereta.
Menurut Soerjanto, kereta yang terlibat kecelakaan memiliki perangkat penyimpanan data menyerupai black box yang kini sedang dianalisis tim investigasi.
“Nanti tergantung dari hasil evaluasi dari data-data tersebut apakah KNKT perlu minta konfirmasi atau keterangan lebih lanjut dari orang-orang yang berkaitan dengan masalah itu,” ujarnya.




