JAKARTA, DISWAY.ID — Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus mempercepat pengembangan kawasan industri berbasis hilirisasi di Sumatera Selatan.
Salah satu langkah strategis yang kini didorong adalah menjadikan Pelabuhan Tanjung Carat sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) hilirisasi yang terintegrasi dengan pelabuhan dan jaringan logistik nasional.
Di saat bersamaan, pemerintah juga menyiapkan proyek jalan tol akses menuju pelabuhan tersebut dengan nilai investasi mencapai Rp26 triliun.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu mengatakan, pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat rantai hilirisasi komoditas nasional di wilayah Sumatera.
BACA JUGA:Afi Kalla di Depan Mahasiswa UI: Ciptakan Inovasi untuk Perkuat Hilirisasi Ekonomi Nasional
“Pelabuhan Tanjung Carat akan kita dorong menjadi pelabuhan atau kawasan ekonomi khusus hilirisasi ke depannya,” kata Todotua seusai penandatanganan nota kesepahaman integrasi pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menurut Todotua, kawasan Tanjung Carat memiliki sejumlah keunggulan strategis yang menjadikannya layak dikembangkan sebagai pusat industri hilirisasi baru.
Selain berada dekat dengan sumber komoditas unggulan, wilayah tersebut juga didukung kesiapan infrastruktur logistik dan energi yang dinilai memadai untuk menopang aktivitas industri berskala besar.
Ia menjelaskan, pengembangan Tanjung Carat juga menjadi pengganti kawasan Tanjung Api-Api yang sebelumnya telah dicabut statusnya. Karena itu, pemerintah kini mengalihkan fokus pengembangan kawasan industri dan pelabuhan ke Tanjung Carat.
BACA JUGA:Polres Pelabuhan Tanjung Priok Siagakan 5 Pos saat Mudik Lebaran 2026, Keamanan Diperketat Total!
“Tanjung Carat ini sebenarnya adalah replacement daripada Tanjung Api-Api, karena Tanjung Api-Api kan sudah ditutup dan sudah dicabut statusnya. Makanya Pelabuhan Tanjung Carat ini sudah menjadi PSN dan di wilayah tersebut memang kita rencana untuk melakukan juga menjadi area kawasan ekonomi khusus untuk hilirisasi,” ujarnya.
Todotua menilai, posisi geografis Tanjung Carat sangat potensial untuk mendukung program hilirisasi nasional.
Kawasan tersebut berada dekat dengan sumber daya alam yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Sumatera Selatan, seperti batu bara, sawit, kopi, karet, hingga minyak dan gas bumi.
“Dekat kepada komoditi, sumber potensi komoditi yang akan dilakukan kegiatan hilirisasi memang ada di situ, kemudian di situ nanti interline pelabuhannya, logistiknya ada,” katanya.
Selain dukungan logistik, pemerintah juga memastikan kesiapan infrastruktur energi di kawasan tersebut. Menurut Todotua, jaringan transmisi dan gardu listrik dari sejumlah pembangkit di Sumatera Selatan telah tersedia untuk mendukung kebutuhan industri di masa mendatang.
- 1
- 2
- »





