Kamar Dagang China Keluhkan Soal Hambatan Investasi ke Prabowo, Purbaya Buka Suara

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara soal adanya keluhan yang disampaikan pihak Kamar Dagang China kepada Presiden Prabowo, terkait masalah hambatan investasi di Indonesia.

Keluhan itu antara lain juga menyangkut soal kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (DHE SDA), serta rencana kenaikan pajak atau tarif royalti sektor mineral.

Baca Juga :
Wacana Purbaya Tambah Layer Tarif Cukai Rokok Dinilai Berisiko ke Upaya Penegakan Hukum
Purbaya: Satgas Debottlenecking Berhasil Tuntaskan 45 dari 142 Aduan Hambatan Bisnis

Purbaya menegaskan, kebijakan-kebijakan tersebut utamanya adalah demi mengedepankan aspek kepentingan nasional, khususnya terkait soal pengelolaan SDA seperti wacana penyesuaian tarif royalti mineral tersebut.

“Kalau mineralnya kan enggak apa-apa, itu punya kita mineralnya,” kata Purbaya di Jakarta, dikutip Rabu, 13 Mei 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Bahkan, Purbaya menegaskan bahwa apabila investor merasa bahwa kebijakan Indonesia tidak sesuai dengan kepentingan mereka, maka mereka bisa memilih untuk berinvestasi di negara lain. “Kalau yang lainnya mau pindah, pindah saja, cari mineralnya di tempat mana,” ujarnya.

Padahal, Purbaya mengatakan bahwa sebenarnya penerapan kebijakan soal kenaikan tarif royalti atau pungutan tambahan itu, baru merupakan rencana dan belum diterapkan. "Belum dikenakan, kan baru rencana,” kata Purbaya.

Dia menambahkan, sebenarnya untuk kebijakan DHE SDA itu, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah pengecualian bagi perusahaan tertentu. Hal itu mencakup adanya kemungkinan pembebasan bagi perusahaan, yang tidak menggunakan pembiayaan dari dalam negeri.

"Setahu saya ada pengecualian bagi perusahaan yang enggak pinjam uang di Indonesia," ujar Purbaya.

Karenanya, Purbaya menegaskan bahwa semestinya kebijakan soal DHE SDA itu bukan masalah besar bagi investor asal China. Sebaliknya, Dia juga mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pihak China, soal maraknya praktik bisnis sejumlah perusahaan China yang nyatanya belum sepenuhnya sesuai aturan.

"Saya juga sudah komplain ke mereka, banyak pengusaha China di sini yang melakukan bisnis enggak legal. Saya minta diperbaiki, dan mereka janji akan memperingatkan,” ujarnya.

Baca Juga :
Purbaya Minta WNI Pemilik Harta di Luar Negeri Pulangkan Asetnya dalam 6 Bulan, Ini Konsekuensinya
Purbaya Sebut Debottlenecking Hambatan Usaha Percepat Investasi hingga US$30 Miliar
Iming-iming Mahar Besar-Hidup Enak, Wanita Indramayu Kena Modus Pengantin Pesanan di China

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Saksikan Satgas PKH Setor Rp 10,2 T ke Negara: Untuk Perbaiki Puskesmas
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Rusia Sukses Uji Coba ICBM Sarmat, Diklaim sebagai Rudal ‘Terkuat di Dunia’
• 9 jam laluokezone.com
thumb
FIFA Beri Izin, Timnas Irak Segera Dapat Dua Pemain Diaspora Baru untuk Piala Dunia 2026
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemkab Bandung Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan Kurban di Jalur Nagreg
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wakil Panglima TNI Tinjau Koperasi Desa Merah Putih di Bojonegoro
• 23 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.