Bisnis.com, JAKARTA — Menjalani hobi sering kali menjadi cara untuk melepas penat di tengah rutinitas yang padat. Namun, tanpa pengelolaan keuangan yang tepat, aktivitas yang awalnya menyenangkan justru dapat berubah menjadi sumber pengeluaran berlebih hingga membuat kondisi finansial tekor.
Mulai dari berburu barang koleksi, mengikuti konser, berolahraga, traveling, hingga nongkrong di kafe kini menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, khususnya anak muda. Karena itu, diperlukan strategi pengelolaan keuangan agar hobi tetap dapat dijalani tanpa mengganggu kebutuhan utama maupun kestabilan arus kas bulanan.
Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini Sutikno, mengatakan pengeluaran untuk hobi pada dasarnya bergantung pada kemampuan finansial masing-masing individu. Ia menekankan bahwa dalam mengatur keuangan, kebutuhan utama tetap harus menjadi prioritas, sementara pengeluaran yang bersifat keinginan, termasuk hobi, ditempatkan setelahnya.
Menurutnya, menyalurkan hobi tidak menjadi masalah selama seluruh kewajiban finansial telah terpenuhi terlebih dahulu. Setelah alokasi dana untuk tabungan, investasi, cicilan, asuransi, serta kebutuhan harian terpenuhi, barulah sisa anggaran dapat digunakan untuk mendukung aktivitas hobi.
“Hobi bukan prioritas, tetapi tetap bisa dialokasikan apabila kebutuhan utama sudah terpenuhi,” ujarnya.
Terkait sumber pendanaannya, Mike mengatakan biaya untuk menjalankan hobi sebaiknya berasal dari pos living cost atau kebutuhan konsumtif bulanan. Selama pengeluaran tersebut masih berada dalam batas yang wajar, hobi tetap dapat dinikmati tanpa mengganggu kondisi finansial.
Baca Juga
- Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Bikin Kaya Raya dan Jutawan
- Ajarkan Hal Ini Agar Anak Anda Peka Soal Masalah Keuangan di Masa Depan
- Strategi Investasi untuk Gen Z, Tips Kendalikan Konsumsi dan Bangun Aset
Ia mencontohkan, apabila alokasi living cost per bulan mencapai 70% dari total penghasilan, maka dana untuk hobi idealnya berkisar 5% hingga 10% dari pos tersebut. Dengan pembagian yang terukur, kebutuhan hiburan tetap terpenuhi tanpa membuat pengeluaran menjadi berlebihan.
“Meski untuk kesenangan, dana tersebut tetap perlu diatur secara jelas. Jika hobi tidak dimasukkan ke dalam anggaran, pengeluarannya akan sulit dikendalikan dan berpotensi menjadi konsumtif,” katanya.
Menurut Mike, pengeluaran untuk kesenangan pribadi tidak seharusnya dibiarkan berjalan tanpa kendali karena tetap berpotensi mengganggu kondisi keuangan apabila tidak direncanakan. Setiap aktivitas hobi, terutama yang dilakukan secara rutin, sebaiknya memiliki pos anggaran tersendiri.
Ia menambahkan, seseorang tetap dapat menikmati hobi tanpa mengganggu kondisi keuangan selama pengeluarannya masih berada dalam batas yang wajar. Salah satu indikator penting adalah adanya perencanaan anggaran. Tanpa batas yang jelas, pengeluaran untuk hobi cenderung dilakukan secara impulsif dan hanya mengikuti keinginan sesaat.
Selain itu, Mike juga menekankan pentingnya menetapkan kuota pengeluaran, baik dari sisi nominal maupun frekuensi. Ia mengingatkan agar hobi tidak dibiayai dengan utang karena pengeluaran seharusnya disesuaikan dengan kemampuan finansial. Jika seseorang sampai harus berutang demi memenuhi hobi, kondisi tersebut menunjukkan pola pengeluaran yang sudah tidak sehat.





