Lamongan: Dua ekor sapi jumbo atau berukuran besar milik peternak asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dibeli Presiden RI Prabowo Subianto. Kedua sapi tersebut disiapkan untuk hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan, Sofiah Nur Hayati, menyampaikan kedua sapi itu berasal dari peternak di Kecamatan Kembangbahu dan Kecamatan Solokuro.
"Satu sapi untuk kurban di Kabupaten Lamongan dan satu lagi untuk tingkat provinsi," kata Sofiah Nur Hayati di Lamongan, seperti dilansir Antara, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sapi pertama merupakan jenis Simental milik H. Suwigyo, peternak asal Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, dengan bobot sekitar 1,2 ton. Sementara sapi kedua merupakan jenis Peranakan Ongole (PO) milik Udin, peternak asal Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, dengan berat mencapai 1,05 ton. Menurut Sofiah, kedua sapi tersebut telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat sebagai hewan kurban Presiden.
"Tim kami sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan kondisi ternak secara menyeluruh," ujarnya.
Baca Juga :
Kebutuhan Hewan Kurban di Lebak Naik Jadi 8.000 Ekor
Selain pengawasan kesehatan hewan, Disnakeswan Lamongan juga menggencarkan sosialisasi pelaksanaan kurban menjelang Idul Adha 2026. Sosialisasi mencakup edukasi tata cara penyembelihan halal dan higienis bersama Juru Sembelih Halal (Juleha). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan memenuhi aspek syariat, kesehatan, dan kesejahteraan hewan.
Sofiah menilai terpilihnya sapi asal Lamongan sebagai hewan kurban Presiden menjadi bentuk apresiasi terhadap kualitas peternakan lokal di daerah tersebut. Ia menambahkan, hal itu diharapkan menjadi motivasi bagi peternak untuk terus meningkatkan kualitas perawatan dan pembibitan ternak.
"Lamongan selama ini memang menjadi salah satu daerah pemasok ternak sapi di Jawa Timur," katanya.
Peternak asal Grobogan, Sunardi memamerkan sapi simental yang terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto. Antara
Berdasarkan data Disnakeswan Lamongan pada 2026, populasi sapi di daerah itu mencapai 107.470 ekor. Jumlah tersebut dinilai mencukupi kebutuhan ternak masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus memperkuat pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) melalui vaksinasi. Pada awal 2026, pemerintah daerah menyalurkan 14.000 dosis vaksin bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain itu, pengawasan lalu lintas ternak di pasar hewan juga diperketat.




