RAMALLAH, KOMPAS.TV - Pemukim ilegal Israel dilaporkan kembali menyerang warga Palestina di Tepi Barat, Rabu (13/5/2026). Kantor berita Palestina, WAFA, melaporkan pemukim ilegal menyerang kota Sinjil dan Jiljilya di dekat Ramallah, Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel sejak 1967.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan serangan pemukim ilegal Israel membunuh seorang remaja berusia 16 tahun bernama Yousef Ali Yousef Kaabneh. Remaja tersebut dilaporkan tewas akibat tembakan.
Serangan di dua kota itu dilaporkan turut menimbulkan lima korban luka lain. Korban luka termasuk seorang anak yang kritis akibat serangan pemukim ilegal Israel.
Menurut keterangan saksi mata, puluhan pemukim ilegal bersenjata menyerbu rumah-rumah warga Palestina di Sinjil dan Jiljilya. Pemukim ilega dilaporkan menyerang di bawah perlindungan militer Israel.
Baca Juga: Operasi Militer Israel di Tepi Barat Tewaskan 1 Warga Palestina, 4 Lainnya Luka
Warga setempat sempat berupaya mengonfrontasi pemukim ilegal. Kelompok pemukim Israel dilaporkan turut mencuri sekitar 700 ekor domba dan perlengkapan pertanian dari warga setempat.
Di lain sisi, Kementerian Pendidikan Palestina menyatakan pemukim ilegal Israel juga menyerbu dua sekolah di Tepi Barat dan melakukan aksi vandalisme.
Kementerian Pendidikan Palestina menilai serangan ini adalah bagian kebijakan sistematis Israel yang menargetkan sistem pendidikan Palestina.
Pada Rabu, pemukim ilegal dilaporkan menyerbu sekolah menengah Silat Al-Dahr dan Sekolah Qadri Tuqan di Tepi Barat. Pemukim Israel juga menuliskan grafiti rasis di sekolah tersebut.
WAFA melaporkan, Kementerian Pendudikan Palestina "mendesak lembaga internasional dan organisasi global melindungi hak-hak dan pendidikan anak serta mengambil tindakan mendesak untuk menghentikan kekerasan seperti itu."
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : WAFA
- pemukim ilegal israel
- tepi barat
- israel palestina
- Israel
- Palestina
- militer Israel





