KOMPAS.TV - Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, menilai guru seharusnya tidak terus-menerus dibebani persoalan birokrasi dalam memperjuangkan hak mereka.
Retno menyoroti masih adanya guru honorer yang mengajar tanpa menerima bayaran.
Menurutnya, kondisi itu tidak seharusnya terjadi karena guru merupakan profesi yang membutuhkan pendidikan dan kompetensi khusus.
Ia menegaskan perubahan status guru honorer tidak akan berarti jika pemerintah daerah tetap tidak mampu membayar gaji mereka.
Retno juga mengungkap kondisi kekurangan guru di daerah yang dinilai mulai mengganggu kualitas pembelajaran.
Ia mencontohkan kasus seorang guru SMA yang harus mengajar tiga tingkat kelas sekaligus karena banyak guru pensiun dan belum ada pengganti.
Karena keterbatasan tenaga pengajar, proses belajar mengajar bahkan harus dilakukan dengan menggabungkan beberapa kelas sekaligus di aula sekolah.
Retno menilai kondisi tersebut tidak efektif dan berpotensi menurunkan kualitas pendidikan.
Meski demikian, Retno mengaku masih memiliki harapan persoalan guru honorer dapat diselesaikan jika seluruh pihak duduk bersama, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, hingga Kementerian Keuangan.
Ia berharap Presiden Prabowo dapat turun tangan langsung dalam persoalan ini.
"Menurut saya kalau Presiden Prabowo yang minta bergerak nih semua,” harapnya.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/fSG-LcnPG4k
#guru #honorer #prabowo
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- guru
- pendidikan
- honorer
- prabowo
- gibran





