Yogyakarta: Penjualan hewan kurban jelang Iduladha kini mulai ramai, di kota Yogyakarta. Namun, para pelaku usaha hewan kurban justru memprediksi penjualannya mengalami penurunan tahun ini jika dibanding tahun sebelumnya.
Harga sapi yang masih menjadi pilihan utama masyarakat berada di kisaran harga Rp23 juta hingga Rp25,5 juta per ekor. Sapi asal Madura dan Bali menjadi favorit masyarakat, karena selain tubuhnya yang tidak terlalu besar, usia ternaknya pun telah memenuhi syarat untuk kurban.
Sapi limosin asal Bali menjadi yang paling diminati pembeli, dengan harga kisaran Rp25 juta hingga Rp30 juta per ekornya. Sedangkan untuk sapi asal Madura cenderung lebih murah dan dianggap sebagai pilihan hemat masyarakat.
Salah satu pelaku usaha, Sudiharsoyo menyatakan dirinya telah menyiapkan sekitar 92 ekor sapi. Dia berencana untuk menambah pasokan 250 hingga 300 ekor menjelang puncak Iduladha.
Baca Juga :
Dua Sapi Jumbo Asal Lamongan Dibeli Presiden untuk Hewan KurbanMeski stok ditambah, Sudiharsoyo memperkirakan total penjualan tahun ini tidak akan mencapai 250 ekor. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan penjualan tahun lalu yang mencapai 302 ekor.
"Perkiraan kali ini sekitar 250-an. Karena dari panitia-panitia kurban sendiri yang tadinya enam jadi lima, yang tadinya lima jadi empat, nah itu. Paling penurunan sekitar itu, sekitar 250-an,” kata Sudiharsoyo, dalam program Newsline Metro TV, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurutnya, hal ini dipicu karena harga sapi naik sekitar Rp1,5 juga hingga Rp2 juta per ekor akibat kenaikan harga karkas di pasaran. Selain itu, jumlah titik pemotongan kurban pun turun, dari sekitar 600 titik menjadi 500 titik.
Hal tersebut dikarenakan banyaknya panitia memilih menggabungkan pelaksanaan pemotongan hewan kurban di masjid besar.
Sementara itu, Pemkot Yogyakarta juga terus memantau untuk memastikan kondisi hewan kurban dalam keadaan sehat. Pengawasan juga semakin diperketat untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK maupun antraks.




