KOMPAS.TV - Guru BK honorer SMP Negeri 2 Palimanan Cirebon, Lina Wahyuni, berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait pengangkatan guru honorer.
Lina yang telah mengabdi lebih dari lima tahun mengaku hanya ingin status guru honorer tidak lagi menggantung.
Lina mengatakan dirinya dan guru honorer lain siap mengikuti proses seleksi secara profesional jika memang menjadi syarat pengangkatan ASN.
Sementara itu Kepala Sekolah SMKN 4 Medan, Fahriza Marta Tanjung, menilai jumlah guru honorer yang terdampak sebenarnya jauh lebih besar dari angka resmi 237 ribu guru yang terdaftar di Dapodik.
Menurutnya, masih banyak guru yang mengajar tetapi belum masuk dalam pendataan pemerintah.
Fahriza meminta pemerintah tidak hanya fokus pada guru yang sudah tercatat di Dapodik, tetapi juga memikirkan nasib guru lain yang belum terdata.
Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, menilai penyelesaian persoalan guru honorer membutuhkan campur tangan langsung Presiden karena melibatkan banyak kementerian dan pemerintah daerah.
Menurut Retno, Presiden Prabowo memiliki tanggung jawab moral karena sebelumnya telah menjanjikan peningkatan kesejahteraan guru.
Retno menilai persoalan guru honorer tidak bisa lagi hanya diselesaikan di level surat edaran kementerian.
Ia meminta pemerintah segera menggelar rapat lintas kementerian untuk mengambil keputusan cepat.
FSGI juga mengingatkan dampak kekurangan guru bisa membuat kualitas pendidikan Indonesia semakin tertinggal.
Retno menegaskan, persoalan guru bukan hanya soal status ASN atau honorer, melainkan masa depan pendidikan nasional.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/fSG-LcnPG4k
#guru #honorer #prabowo
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- guru
- honorer
- pendidikan
- gibran
- prabowo





