Pemkot Bekasi Tanggung Pendidikan Anak Pedagang Tahu yang Tewas Ditabrak Mobil Berstiker SPPG

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan membantu biaya pendidikan anak dari Sanoeri (41), pedagang tahu yang tewas tertabrak mobil berstiker Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

“Anak korban juga akan menjadi perhatian kami. Pemerintah Kota Bekasi siap membantu pembiayaan pendidikannya,” ujar Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam keterangan resminya, Rabu (13/5/2026).

Sementara itu, biaya pengobatan korban kecelakaan lainnya yang masih dirawat di rumah sakit akan ditangguh penuh oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Baca juga: Karaoke di Jakbar Digerebek Terkait Narkoba, Pengamat: Era Anies dan Ahok Langsung Selesai

Tri memastikan biaya pengobatan tersebut akan ditanggung sampai para korban kembali pulih.

“ Dan pemerintah memastikan seluruh korban yang saat ini dirawat di rumah sakit akan ter-cover BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan hingga sembuh,” ujar Tri.

Sebagai informasi, peristiwa kecelakaan pada Selasa (12/5/2026) tersebut mengakibatkan Sanoeri tewas usai mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Sentosa Bekasi Timur.

Selain itu, seorang pedagang ayam goreng bernama Neni Anggraeni (32) dan kenek mobil Putut Dwi Putranto (52) mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit hingga saat ini.

Sementara itu, polisi telah menangkap Wawan Supandi (56), sopir mobil yang menabrak dua gerobak pedagang di lokasi kejadian.

“Untuk sopir sementara hanya luka ringan dan sudah kami amankan untuk dilakukan pendalaman,” ujar Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Gefri Agitia kepada awak media, Selasa.

Baca juga: Mobil Suzuki Carry Terbakar Saat Hendak Masuk Tol Kebomas Gresik

Gefri mengatakan, polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut.Selain memeriksa sopir, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, meminta rekaman CCTV, serta memeriksa sejumlah saksi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kompas.com telah mencoba menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, dan Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, namun hingga berita ini ditayangkan belum ada informasi yang diberikan.

Selain itu, Kompas.com juga sudah berusaha untuk mengonfirmasi kejadian tersebut kepada pihak sppg yang datang ke rumah duka korban, tetapi tidak ada jawaban yang diberikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementerian Kehutanan Dalami Tambang Emas Ilegal di Nabire, Tujuh WN China Diamankan
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Tak Ingin Kekumuhan Dibiarkan, Dedi Mulyadi soal 35 Tahun Trotoar Kota Bandung Dipenuhi Kios Liar: Fungsi Harus Dikembalikan Sebagaimana Mestinya
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Informasi Rahasia Justru Bantah Trump, Iran Pulihkan 90 Persen Fasilitas Rudal Bawah Tanah
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Stok Beras Nasional Tembus 5,3 Juta Ton, Amran Sebut Tertinggi Sepanjang Sejarah RI
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Pertimbangan Jaksa Tuntut Nadiem 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook
• 5 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.