Sampah di Rumah Bisa Jadi Cuan, Disetor Nanti Dapat Voucher Belanja

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup ramah lingkungan perlahan mulai berubah menjadi kebiasaan sehari-hari. Jika dulu memilah sampah masih dianggap merepotkan, kini semakin banyak orang mulai mencari cara praktis agar tetap bisa berkontribusi menjaga lingkungan tanpa harus mengubah rutinitas secara drastis.

Salah satu tren yang mulai berkembang adalah konsep pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan aktivitas harian masyarakat, termasuk saat berbelanja kebutuhan rumah tangga. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena membuat kebiasaan memilah sampah terasa lebih mudah dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Baca Juga :
Menko Zulhas Targetkan Persoalan Sampah Selesai Mei 2028: Kalau Belum Beres, Silakan Protes Saya
Menteri Jumhur: TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu Mulai Agustus 2026

Fenomena tersebut terlihat dari hadirnya berbagai titik pengumpulan sampah anorganik di area publik dan pusat perbelanjaan. Dengan akses yang semakin mudah, masyarakat kini bisa menyetorkan sampah plastik, kertas, maupun kemasan bekas tanpa harus datang ke fasilitas daur ulang khusus.

Ya, fasilitas Waste Station kini hadir di sejumlah gerai ritel di Jakarta, Bandung, dan Bali. Kehadiran fasilitas ini memungkinkan masyarakat membawa sampah anorganik yang sudah dipilah saat menjalankan aktivitas belanja sehari-hari.

Menariknya, sistem yang digunakan juga sudah terintegrasi secara digital. Pengguna cukup memindai QR code saat menyetorkan sampah, lalu poin yang terkumpul dapat ditukarkan menjadi voucher belanja. Konsep ini dinilai menjadi salah satu cara untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih konsisten memilah sampah dari rumah.

Koordinator Pokja Tata Laksana Produsen, Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup, Ujang Solihin Sidik, menilai kolaborasi lintas sektor seperti ini penting untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di Indonesia.

“Kami mengapresiasi upaya Nestlé Indonesia bersama dengan Alfamart dalam menghadirkan fasilitas Waste Station yang semakin menjangkau masyarakat. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci dalam mendorong pengelolaan sampah secara holistik dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya,” kata Ujang dalam keterangannya, dikutip Rabu 13 Mei 2026. 

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan sampah nasional tidak lagi bisa hanya bergantung pada tempat pembuangan akhir.

Baca Juga :
Menko Zulhas Ungkap Prabowo Risau Masalah Gunungan Sampah Tak Kunjung Beres: 11 Tahun Cuma Dua Proyek Jalan
Gubernur Pramono: Program Pemilahan Sampah Dimulai 10 Mei
Cara Simpel Pilah Sampah di Rumah, Kebiasaan Kecil yang Bisa Ubah Wajah Kota

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Petinggi Gerindra Panggil Anggota DPRD Jember Merokok dan Main Game saat Rapat
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
KPK Periksa Pengusaha EO dalam Kasus Wali Kota Madiun
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Pelaku Teror Pembakaran di Matraman Jaktim Ditangkap, Polisi Periksa Kejiwaannya
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Bawa MU ke Liga Champions, Michael Carrick Segera Dapat Kontrak Permanen
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Kecewa Dituntut 27,5 Tahun Penjara, Nadiem: Lebih Besar dari Teroris
• 4 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.