INA Dikabarkan Angkat 3 Petinggi Baru, termasuk CEO dan CIO

katadata.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Indonesia Investment Authority (INA) dikabarkan telah mengangkat tiga pejabat baru pada hari ini, Rabu (13/5). Tiga kursi jabatan yang diisi mencakup chief executive officer (CEO), chief information officer (CIO), dan kepala risiko INA.

Dilansir dari Bloomberg, Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana disebut menjadi CEO INA. Kemudian mantan Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, Laksono Widodo, dikatakan menjadi CIO, dan mantan Direktur Bank Ina Perdana, Adhiputra Tanoyo, sebagai kepala risiko INA. 

“Ketiganya dilantik pada Rabu ini,” kata sumber Bloomberg yang tidak bersedia disebut namanya, Rabu (13/5). 

Katadata telah meminta konfirmasi lebih lanjut kepada Oki Ramadhana dan VP of Communications INA, Putri Dianita Ruswaldi. Namun keduanya tidak memberikan jawaban hingga berita ini ditayangkan. 

Saat ini, Oki masih tercatat sebagai direktur utama Mandiri Sekuritas sekaligus komisaris di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia juga pernah bekerja divisi perbankan investasi di HSBC Sekuritas, Morgan Stanley, dan Goldman Sachs Group.

Pucuk pimpinan INA sebelumnya dipegang oleh Ridha Wirakusumah sebagai ketua Dewan Direktur atau CEO INA. Namun masa jabatannya telah habis pada Minggu 15 Februari lalu.

Di bawah kepemimpinan Ridha, INA telah menginvestasikan lebih dari US$ 4,5 miliar bersama mitra investasi global di berbagai sektor prioritas. Hal ini sejalan dengan mandat INA untuk berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan Indonesia dan membangun kekayaan bagi generasi mendatang.

Tak hanya itu, aset kelolaan INA di bawah Ridha juga meningkat dari sekitar US$ 5 miliar menjadi mendekati US$ 10 miliar. INA juga telah membangun fondasi kelembagaan yang kuat sebagai sovereign wealth fund (SWF) yang kredibel dan tepercaya, didukung oleh tim yang profesional dan kapabel serta berada pada posisi terbaik untuk terus menjalankan misinya.

Kepergian Ridha Wirakusumah membuat jajaran direksi INA hanya menyisakan dua dari lima posisi yang terisi melalui penunjukan reguler.

Peralihan kepemimpinan ini di tengah upaya Pemerintah Indonesia meningkatkan aliran modal demi mendukung target pertumbuhan Presiden Prabowo Subianto. Seiring dengan itu, SWF lainnya, Danantara, juga disebut tengah bersiap memperbesar penyaluran investasi dari kas senilai US$ 12 miliar.

Seperti Danantara, INA melapor langsung kepada Presiden Prabowo. Lembaga yang dibentuk pada Desember 2020 itu memiliki mandat menarik modal baru ke Indonesia melalui investasi bersama langsung maupun solusi pembiayaan hibrida, termasuk kredit swasta.

Dalam presentasi perusahaan pada Februari, INA mengungkap telah menyalurkan investasi lebih dari US$ 4,5 miliar bersama mitra investor di berbagai sektor, mulai dari transportasi dan infrastruktur, digital, energi hijau, kesehatan, hingga pendidikan.

INA juga aktif di bisnis kredit swasta. SWF tersebut tercatat menjadi salah satu pemberi pinjaman dalam fasilitas pinjaman US$ 250 juta untuk emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Dana itu digunakan TPIA untuk mendukung akuisisi stasiun layanan bermerek Esso di Singapura dari Exxon Mobil.

Selain itu, INA turut berpartisipasi dalam pembiayaan swasta senilai US$ 300 juta untuk Traveloka.

 

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dituntut 18 Tahun, Nadiem Makarim: Sakit Hati, Negara Bisa Lakukan Ini Setelah Pengabdian Saya
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Pemkot Makassar Siapkan PLTSa Rp3 Triliun untuk Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
• 21 jam laluterkini.id
thumb
Menanti Trump Bertatap Muka dengan Xi Jinping di China
• 16 jam laludetik.com
thumb
Investor China Masuk IKN Bawa Duit Rp 1,25 T, Alasannya Tak Terduga
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Urai Masalah Logistik Sumatera, Tol Tanjung Carat Sepanjang 80 Km segera Dibangun
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.