Kotoran Sapi Jadi Cuan, Koperasi di Lamongan Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Surabaya, VIVA – Usaha peternakan tak lagi hanya mengandalkan penjualan hewan ternak. Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebuah koperasi peternak mengembangkan berbagai unit usaha berbasis peternakan dan pengolahan limbah hingga mampu mencatat omzet lebih dari Rp50 juta per bulan.

Koperasi Tani Ternak Literasi Sumbersari mengembangkan usaha sapi potong, pengolahan pupuk organik, warung sate, layanan aqiqah, hingga edukasi peternakan. Koperasi ini juga melibatkan masyarakat sekitar melalui program pengumpulan limbah ternak yang diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi.

Baca Juga :
Petani Bawang Merah di Nganjuk Pasang Strategi Hadapi El Nino
Stabilkan Harga di Tingkat Peternak, Zulhas Minta BGN Tambah Serapan Telur di Program MBG

Ketua Koperasi Tani Ternak Literasi Sumbersari, Tomi Distianto mengatakan, awalnya koperasi hanya fokus pada budidaya sapi potong jenis limosin, simmental, dan sapi lokal. Namun, mereka kemudian mengembangkan usaha lain agar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat semakin luas.

“Awalnya kami hanya fokus budidaya ternak sapi saja, namun kami melakukan pengembangan agar menjadi harapan. Jadi, peternakan di sini bukan hanya sekadar peternakan, tetapi harapan bagi peternak yang ada di sekitar kita, sehingga kami kembangkan unit usaha yang lain yaitu pengolahan limbah,” ujarnya di Lamongan, Jawa Timur. 

Melalui program Bank Literasi atau Bank Limbah Ternak Sumbersari, masyarakat dapat menyetorkan limbah ternak untuk diolah menjadi pupuk organik. Program tersebut juga membantu mengurangi persoalan limbah peternakan di wilayah sekitar.

“Kotoran ternak ini sebelumnya banyak terbuang, tidak termanfaatkan, justru menjadi sumber masalah pencemaran lingkungan. Tetapi melalui Bank Literasi ini bisa meminimalisir dan menjadi salah satu solusi bagi peternakan yang ada di wilayah kami,” kata Tomi. 

Produk pupuk organik dengan merek Literasi kini dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk di luar Lamongan. Selain itu, koperasi juga mengelola Edukam Literasi yang digunakan untuk pelatihan, kunjungan, magang, hingga penelitian terkait peternakan dan pertanian.

Saat ini, koperasi memiliki total sekitar 235 ekor sapi, dengan sekitar 70 ekor berada di kandang koloni dan sisanya dipelihara anggota di rumah masing-masing. Selain itu terdapat sekitar 70 ekor kambing dan domba yang sebagian hasil budidayanya digunakan untuk menyuplai kebutuhan warung sate milik koperasi.

Baca Juga :
Nasib Industri Perunggasan
IHSG Waspadai Area Support, Cek 5 Saham Potensial Cuan Hari Ini
IHSG Diproyeksi Naik tapi Rawan Koreksi, Cek 5 Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AHY: Pemerintah Kaji Pengembangan DDT Jakarta-Cikarang, Jalur Baru dan Reaktivasi Rel Kereta
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Maxime Bouttier Dibilang Cuma Numpang Hidup, Luna Maya Bongkar Fakta Mengejutkan soal Keuangan sang Suami
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Tidak Hadir di Persidangan, Bagaimana Kondisi Kesehatan Andrie Yunus?
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Sung Kang Kepincut Industri Otomotif Indonesia, Singgung Peluang Kelas Dunia
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Kaya Sumber Daya Gas Alam, Madura Dinilai Layak Jadi Pusat Ekosistem CNG
• 3 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.