REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, M Irfan Yusuf, melepas keberangkatan Musyrif Diny di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (12/5/2026).
Keberangkatan ini menjadi bagian dari penguatan layanan bimbingan ibadah bagi jamaah haji Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Baca Juga
PWNU DKI Ajukan Diri sebagai Tuan Rumah Muktamar ke-35, Ini Alasannya
Informasi Rahasia Justru Bantah Trump, Iran Pulihkan 90 Persen Fasilitas Rudal Bawah Tanah
Mengapa Masyarakat Mesir Sangat Menghormati Roti dan Menyebutnya 'Isy atau Kehidupan?
Dalam arahannya, Menhaj menegaskan bahwa Musyrif Diny memiliki peran strategis sebagai konsultan ibadah.
Mereka hadir untuk memastikan jamaah memperoleh pendampingan manasik secara benar, sahih, dan menenangkan selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Musyrif Diny bukan sekadar pendamping ibadah, melainkan penjaga kualitas manasik jamaah. Mereka memiliki tugas mulia untuk memastikan ibadah haji dilaksanakan secara sahih, tertib, dan tetap memberi kemudahan bagi jamaah sesuai prinsip syariat,” ujar Gus Irfan, sapaan akrabnya dalam keterangan persnya, Rabu (13/5/2026).
Menurut Gus Irfan, kehadiran Musyrif Diny menjadi penguat pilar pertama dalam konsep Tri Sukses Haji, yaitu sukses ritual.
Dua pilar lainnya adalah sukses ekosistem ekonomi haji serta sukses peradaban dan keadaban. Karena itu, Musyrif Diny diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis manasik, tetapi juga mampu menghadirkan bimbingan yang mencerahkan, menenteramkan, dan memperkuat kesadaran spiritual jamaah.
Dia menjelaskan, dalam Tri Sukses Haji, Musrif Diny berada di garda penting untuk memastikan sukses ritual.
"Mereka bertugas menjaga kesucian ibadah, membimbing manasik secara sahih, serta memastikan jamaah memahami kemudahan-kemudahan syariat tanpa kehilangan makna spiritual haji,” katanya.
Infografis Denda untuk Jamaah Haji Ilegal. Infografis haji 2026. - (Dok Republika)