Budaya Vs Infrastruktur, Mana Lebih Penting dalam Penanganan Sampah di Indonesia?

metrotvnews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Penanganan sampah di Indonesia kerap menjadi perdebatan. Diskursus tentang mana yang lebih penting antara budaya masyarakat atau infrastruktur kerap mengemuka.

Menanggapi hal tersebut, Pakar lingkungan dari Universitas Indonesia (UI) Mahawan Karuniasa, mengatakan, keduanya memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah. Baik budaya maupun infrastruktur harus berjalan beriringan dan tidak perlu dipertentangkan.

Baca Juga :

Tidak Bisa Sentralistik, Simak Perbedaan Penanganan Sampah di Kota dan Desa
"Mungkin perdekatan sosio-teknik gitu ya. Jadi keseimbangan antara budaya masyarakat dengan teknologi yang dibutuhkan," ujar Mahawan, kepada Metrotvnews.com, Rabu, 13 Mei 2026.

Meski begitu, ia mengatakan bahwa penanganan sampah harus rasional. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah pemerintah menyiapkan infrastruktur dasar persampahan, tidak hanya angkutan sampah, tapi tempat pembuangan yang terjangkau.

"Jadi semua tempat pembuangan sampah itu terjangkau oleh masyarakat, kemudian tempat pembuangan sampah itu juga terjangkau oleh transportasi alat angkutnya gitu ya," jelasnya.

Jika pemerintah sudah membangun infrastruktur dasar yang mumpuni, Mahawan menilai pembangunan budaya masyarakat bisa dilakukan. Infrastruktur dasar menjadi penting karena akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan penanganan sampah.

"Sudah banyak inisiatif untuk memilah, tapi ternyata kan dicampur lagi saat diangkut. Sehingga ini ya dalam tanda petik mengurangi kepercayaan masyarakat," ungkapnya.

Ia kembali menekankan keseimbangan antara kedua pendekatan tersebut. Ketika fasilitas dasar sudah ada, maka masyarakat harus mau berperan lebih salah satunya melalui pemilahan sampah.

Ilustrasi Pexels

Mahawan mencontohkan saat ini Indonesia sudah memiliki teknologhi pengolahan sampah. Hal tersebut akan sia-sia ketika pemilahan sampah tidak terjadi.

"Pada saat sampah yang diterima itu tidak terpilah dengan baik, masih tercampur plastik ini dan itu termasuk B3, itu ya jadi menyulitkan," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Risiko Hantavirus Jadi Pandemi Global Masih Rendah, Kewaspadaan Harus Dijaga
• 29 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Berawal YouTube, Kentang Mustofa Kini Tembus Pasar Oleh-oleh
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Trump Bertemu Xi Jinping, Tiongkok: Bahas Hubungan dengan AS, Taiwan dan Iran | KOMPAS PETANG
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Real Madrid tak berada di titik terendah
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Gedung Putih Klaim Presiden China Xi Jinping Berminat Beli Lebih Banyak Minyak AS
• 1 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.