Kentang Mustofa 2Mommies Kitchen kini hadir di rak toko oleh-oleh Makassar. Isna Safitri membangun usaha itu bermodal ide sederhana, keberanian mencoba, dan kemauan belajar.
Edward AS
Kecamatan Tamalate
Di sebuah rumah di BTN Hartaco Indah No 8, aroma kentang goreng berbumbu pedas manis tercium sejak pagi hari. Dari dapur sederhana itulah Isna Safitri membangun usaha camilan rumahan bernama 2Mommies Kitchen dengan produk andalannya, Kentang Mustofa.
Awalnya, usaha itu lahir hanya sekadar untuk mencari kesibukan. Pada awal Juli 2022, Isna Safitri belum memiliki rencana besar untuk membangun usaha makanan. Bersama sang adik, ia hanya mencoba mencari ide sederhana yang bisa dijual.
“Karena waktu itu memang tidak ada kerjaan lain. Jadi saya sama adik cari-cari ide di YouTube,” cerita Isna.
Dari pencarian itulah mereka menemukan ide membuat kentang mustafa, camilan kentang goreng kriuk dengan cita rasa gurih dan pedas yang belakangan semakin digemari. Menurut Isna, alasan memilih produk tersebut sederhana, mudah dibuat.
“Kita coba buat, lalu coba pasarkan. Awalnya hanya jualan biasa saja, coba-coba,” ujarnya.
Produk Kentang Mustofa pertama mereka kemudian ditawarkan ke beberapa toko. Tanpa pengalaman bisnis dan tanpa pendampingan usaha, Isna memberanikan diri datang langsung menawarkan produknya. Tak disangka, respons pasar cukup baik.
“Waktu itu alhamdulillah diterima. Kita kerja sama mungkin sekitar dua sampai tiga toko,” katanya.
Usaha kecil itu terus berjalan sepanjang 2022 hingga memasuki 2023. Penjualan mulai stabil dan produknya perlahan dikenal pelanggan.
Titik balik usaha 2Mommies Kitchen terjadi pada September 2023. Isna mendapat informasi dari temannya mengenai program pembinaan UMKM dari BRI.
“Saya diajak teman ketemu Bu Aywo, lalu saya daftar jadi binaan BRI,” ungkapnya.
Sejak bergabung, Isna mulai aktif mengikuti berbagai pelatihan dan program pengembangan usaha. Salah satu yang paling berkesan baginya adalah program BRINKO BATOR tahun 2023.
“Waktu itu sekitar 10 hari pelatihannya. Banyak tema yang dipelajari,” katanya.
Dari pelatihan tersebut, kepercayaan diri Isna mulai tumbuh. Ia merasa lebih siap mengembangkan usahanya secara serius.
“Setelah ikut pelatihan, saya jadi lebih percaya diri menawarkan produk ke toko-toko lain,” ujarnya.
Perlahan, produk 2Mommies Kitchen mulai masuk ke lebih banyak jaringan toko, termasuk HERO dan Amanda Brownies.
“Dari Amanda juga dibawa ke beberapa daerah lain,” katanya.
Setelah menjadi binaan BRI, Isna juga mulai mengikuti pembinaan dari berbagai instansi lain seperti kementerian dan dinas terkait.
Hingga saat ini, usaha 2Mommies Kitchen masih dijalankan secara rumahan. Isna mengaku belum memiliki karyawan dan masih mengerjakan sebagian besar proses produksi sendiri.
Dalam satu kali produksi, ia biasanya mengolah sekitar 20 kilogram kentang mentah.
“Karena saya sendiri yang kerja, jadi kapasitasnya masih 20 kilogram sekali produksi,” jelasnya.
Dalam sebulan, produksi dilakukan sekitar empat hingga lima kali, sehingga total penggunaan bahan baku bisa mencapai 60 hingga 100 kilogram kentang per bulan. Namun, dari 20 kilogram kentang mentah, hasil akhirnya hanya sekitar lima kilogram produk jadi.
“Kentangnya menyusut. Jadi hasilnya sekitar 55 sampai 60 kemasan ukuran 100 gram,” kata Isna.
Produk Kentang Mustofa dari 2Mommies Kitchen sendiri hadir dalam beberapa varian rasa. Varian paling diminati adalah kacang pedas.
“Yang paling best seller itu kacang pedas,” ujarnya.
Selain varian kacang, tersedia pula varian teri dengan pilihan rasa original maupun pedas. Harga produknya bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp120 ribu tergantung ukuran dan kemasan.
“Kalau yang premium ini baru saya jual di CFD dan ternyata langsung ada yang beli,” katanya sambil menunjukkan kemasan terbaru produknya.
Salah satu keunggulan Kentang Mustofa buatan 2Mommies Kitchen adalah teksturnya yang tetap renyah dan tidak berminyak. Menariknya, Isna mengaku tidak menggunakan spinner minyak seperti kebanyakan produsen makanan ringan.
“Saya tidak pakai spinner. Saya hanya kondisikan takaran minyak dan bumbunya supaya tidak berminyak,” jelasnya.
Ia juga mengatakan produknya mampu bertahan hingga empat bulan pada suhu ruang.
“Ini berdasarkan review dari pelanggan juga. Tetap renyah dan tidak melempem,” katanya.
Produk tersebut bahkan kerap dijadikan oleh-oleh dan bekal perjalanan. Banyak yang beli untuk oleh-oleh, bahkan dibawa umroh karena praktis. Bagi Isna, perjalanan menjadi binaan BRI memberinya banyak pelajaran baru tentang bisnis.
“Dulu kami hanya tahu jualan saja. Tidak tahu bagaimana kemasan yang bagus,” katanya.
Ia menyadari bahwa tampilan produk sangat menentukan pasar yang dituju. “Kalau di pasar tradisional, orang lebih cari harga murah. Tapi kalau di kota, tampilannya dulu yang dilihat,” ujarnya.
Karena itu, 2Mommies Kitchen beberapa kali melakukan perubahan desain kemasan. Salah satu desain terbaru bahkan dibuat melalui program inkubator BRI.
“Ini sudah dua kali ganti kemasan. Yang desain terakhir dibuat dari Inkubator BRI,” kata Isna.
Kini, produk Kentang Mustofa miliknya hadir dengan tampilan yang lebih premium sehingga cocok dijadikan buah tangan. Selain menjual melalui toko mitra, Isna juga rutin berjualan di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Di sana, transaksi digital mulai mendominasi.
“Sekarang sekitar 60 sampai 70 persen transaksi pakai QRIS,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan pola pembayaran itu terjadi cukup cepat dalam beberapa tahun terakhir.
“Kalau dulu masih banyak cash, sekarang lebih banyak QRIS,” katanya.
Meski usahanya terus berkembang, Isna mengaku masih memiliki banyak target yang ingin dicapai. Salah satunya adalah memiliki rumah produksi terpisah agar bisa mengurus sertifikasi BPOM.
“Saat ini rumah produksi masih gabung dengan rumah tinggal. Kalau BPOM kan harus terpisah,” jelasnya.
Ia juga berharap dapat lebih aktif mengikuti pameran dan memperluas pasar produknya. Bagi Isna, perjalanan membangun 2Mommies Kitchen menjadi bukti bahwa usaha kecil bisa berkembang ketika dibarengi kemauan belajar dan keberanian mencoba.
“Sejak bergabung dengan BRI, saya jadi lebih percaya diri untuk menjual produk,” katanya.
Dari ide sederhana yang ditemukan di YouTube, kini produk Kentang Mustofa buatan 2Mommies Kitchen telah hadir di berbagai toko dan menjadi camilan favorit banyak pelanggan.
“Lain tangan, lain rasanya,” akunya.
Koordinator Rumah BUMN BRI Makassar, Muhammad Asliddin, menilai 2Mommies Kitchen menunjukkan bagaimana UMKM lokal dapat tumbuh ketika pelaku usahanya konsisten belajar dan mau beradaptasi.
Menurutnya, Isna Safitri menjadi salah satu pelaku UMKM yang aktif mengikuti pembinaan dan terus memperbaiki kualitas produknya.
“Mulai dari kemasan, pemasaran hingga keberanian masuk ke pasar yang lebih luas, perkembangannya terlihat cukup baik. Produk seperti Kentang Mustofa ini punya potensi besar karena cocok dijadikan camilan maupun oleh-oleh,” ujarnya. (*)





