KPK Endus Upaya Menghambat Penyidikan Kasus Bea Cukai

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan upaya pihak-pihak eksternal, yang ingin menghambat penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Informasi terkait ditemukan usai penggeledahan di Semarang.

Juru bicara KPK Budi Prasetyo membeberkan informasi didapat setelah menyita sejumlah catatan dan barang bukti elektronik. Yakni, dari penggeledahan rumah pengusaha Heri Setiyono alias Heri Black di Semarang, Jawa Tengah, pada 11 Mei 2026. Adapun Heri Black diduga terafiliasi dengan PT Blueray Cargo.

“Dari barang bukti yang diamankan dan disita tersebut, penyidik mendapatkan informasi adanya upaya untuk menghambat proses penyidikan perkara ini,” ujar Budi dikutip dari Antara, Kamis, 14 Mei 2026.
 

Baca Juga :

Aliran Uang Dugaan Korupsi Importasi Diselisik lewat Pegawai Bea Cukai

Lebih lanjut dia menjelaskan penghambatan penyidikan tersebut berupa upaya pengondisian. Yakni, terhadap penyidikan kasus Bea Cukai.

“Hal ini bisa dipandang atau masuk kategori upaya merintangi penyidikan baik langsung maupun tidak langsung,” katanya.


Gedung KPK. Foto: Antara

Penyidik KPK akan mempertimbangkan perbuatan-perbuatan tersebut masuk dalam unsur perintangan penyidikan atau tidak. Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Dalam operasi tersebut, salah satu pihak yang diamankan adalah Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal.

Sehari setelah OTT, KPK menetapkan enam dari 17 orang yang diamankan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan di lingkungan Bea Cukai.

Mereka adalah Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024-Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono (SIS), serta Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan (ORL).

Selain itu, KPK menetapkan pemilik Blueray Cargo John Field (JF), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri (AND), serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan (DK) sebagai tersangka.

Pada 26 Februari 2026, KPK kembali menetapkan tersangka baru, yakni Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo (BBP).

Selanjutnya, pada 27 Februari 2026, KPK mengungkapkan tengah mendalami dugaan korupsi dalam pengurusan cukai setelah menyita uang tunai Rp5,19 miliar dalam lima koper dari sebuah rumah di Ciputat yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Adapun Heri Black sempat dipanggil sebagai saksi pada 8 Mei 2026, namun yang bersangkutan mangkir atau tidak memenuhi panggilan KPK.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara dan Denda Uang Pengganti Rp 5,67 Triliun
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Bacaan Salawat Fatih Lengkap: Teks Arab, Latin, serta Keutamannya
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Rancang Inpres Operasional Kopdes Merah Putih
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
OPEC Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Permintaan Minyak Global pada 2026
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Awal 2026, Fundamental Ekonomi Indonesia Sangat Solid
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.