REPUBLIKA.CO.ID, SITUBONDO, – Sebanyak 997 jamaah calon haji asal Kabupaten Situbondo dan sekitarnya diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada Rabu (13/5) malam. Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan bahwa jamaah calon haji tahun ini terbagi menjadi empat kelompok terbang (kloter), yaitu Kloter 87, 88, 89, dan 90.
Pemberangkatan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada pukul 23.30 WIB dengan kloter 87 dan 88, sementara kloter 89 dan 90 diberangkatkan pada Kamis (14/5) dini hari pukul 02.00 WIB," ujar Rio setelah melepas keberangkatan jamaah di depan Pendopo Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Jamaah calon haji kloter 88 dan 89 merupakan rombongan asal Situbondo. Kloter 87 merupakan gabungan dengan jamaah asal Bondowoso, dan kloter 90 gabungan dengan jamaah asal Kabupaten Jember. Pada kesempatan itu, Rio berpesan kepada jamaah agar mendoakan Situbondo tetap aman dan nyaman serta dijauhkan dari segala bencana.
"Semoga perjalanan ibadah yang akan ditempuh senantiasa diberikan kelancaran, kesehatan, kekuatan, dan mendapat perlindungan dari Allah," ucapnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Situbondo Rif'an Junaidi menyampaikan bahwa pihaknya memberikan perlakuan khusus kepada 171 orang jamaah calon haji berusia lanjut (lansia) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kelompok terbang. Dari 993 calon haji tahun ini, sebanyak 171 orang merupakan lansia yang mendapatkan perlakuan atau pelayanan khusus dari PPIH.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Berdasarkan data yang diperoleh, calon haji asal Situbondo termuda adalah Afif Farhan Fatwa berumur 13 tahun, warga Desa Tokelan, Kecamatan Panji. Sedangkan calon haji tertua adalah Artini Suardi (85 tahun), warga Desa Pesisir, Kecamatan Besuki. Pemkab Situbondo memfasilitasi sebanyak 26 bus, termasuk bus cadangan, untuk memberangkatkan jamaah ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.