Sebuah restoran sushi asal Jepang, Gatten Sushi, telah menarik seluruh produk ikan kinmedai dan menghentikan sementara impor bahan baku, setelah muncul laporan adanya parasit pada menu sashimi yang disajikan di salah satu gerainya di Causeway Bay, Hong Kong.
Menurut laporan Dimsum Daily, kejadian ini pertama kali terungkap saat seorang pelanggan mengunggah pengalamannya di media sosial pada Jumat (8/5). Dalam unggahan itu, pelanggan menyebut melihat parasit berbentuk seperti benang keluar dari potongan sashimi. Pelanggan tersebut juga mengaku telah melaporkan temuannya kepada Centre for Food Safety melalui email.
Dalam video yang beredar, cacing parasit berbentuk benang itu memang terlihat bergerak di dalam potongan ikan mentah. Unggahan itu pun langsung viral di media sosial.
Setelah video tersebut viral, Gatten Sushi akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi pada Selasa (12/5). Perusahaan menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan serta semua pihak yang terdampak atas insiden tersebut.
“Kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan dan pihak terkait atas insiden baru-baru ini, di mana seorang pelanggan menemukan parasit berbentuk benang pada sushi kinmedai kami,” tulis pihak restoran dalam pernyataan resminya yang diunggah di laman media sosial, Rabu (13/5),
Perusahaan mengaku telah menarik dan memusnahkan seluruh produk ikan kinmedai dari seluruh gerai. Selain itu, mereka juga menghentikan sementara impor dari batch yang diduga bermasalah untuk memastikan produk serupa tidak kembali beredar.
"Terkait insiden ini, perusahaan kami telah mengambil tindakan segera sebagai berikut: Menarik dan memusnahkan seluruh produk ikan kinmedai, serta memastikan seluruh gerai tidak lagi menyajikan bahan tersebut," lanjut pernyataan tersebut.
Gatten Sushi menjelaskan bahwa mereka selama ini telah menerapkan sistem pengolahan ikan segar yang langsung diproses di toko setelah tiba di Hong Kong, dengan pengawasan ketat terhadap kualitas bahan baku.
Namun, insiden ini mendorong perusahaan untuk memperketat standar keamanan pangan. Beberapa langkah yang akan diterapkan antara lain peningkatan inspeksi visual bahan makanan, pelatihan ulang staf, serta peninjauan menyeluruh terhadap rantai pengadaan hingga penyajian.
“Insiden ini menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan makanan. Kami sangat menyesal atas ketidaknyamanan yang terjadi,” tutup mereka.





