REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO, – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengadakan deklarasi damai pada Rabu menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. Acara ini dilaksanakan di 80 desa dengan partisipasi 230 calon, guna memastikan situasi daerah tetap kondusif selama masa pemilihan.
Bupati Subandi menekankan bahwa Pilkades adalah manifestasi demokrasi pada tingkat desa yang berperan penting dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan daerah. "Desa yang kuat akan melahirkan kabupaten yang kuat. Marilah kita jadikan pilkades sebagai sarana memilih pemimpin terbaik yang mampu menjaga persatuan dan membawa kemajuan," ujarnya.
Subandi juga mengapresiasi para calon kepala desa dan tim sukses yang berhasil menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak terprovokasi fitnah maupun ujaran kebencian selama tahapan Pilkades. Selain itu, ia menginstruksikan para camat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), termasuk unsur kepolisian dan TNI, untuk melakukan pemetaan terhadap potensi kerawanan di masing-masing wilayah.
Bupati menegaskan pentingnya memperkuat pengawasan dan pendampingan agar pelaksanaan Pilkades berjalan aman, tertib, dan lancar hingga hari pemungutan suara pada 24 Mei 2026. Ainun Amalia, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, menyatakan bahwa deklarasi damai ini merupakan bagian dari upaya membangun komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama tahapan Pilkades.
"Tujuannya jelas, kita ingin membangun komitmen bersama untuk menjaga stabilitas kamtibmas dan mendorong kampanye yang santun agar menghasilkan pemimpin desa yang amanah dan berkualitas," ujar Ainun.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.