REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH --Lima kementerian Arab Saudi secara bersama-sama mengumumkan pada Rabu bahwa negara tersebut siap menjadi tuan rumah ibadah Haji tahun ini. Diperkirakan, 1,5 juta jamaah dari seluruh dunia hadir untuk melaksanakan ritual suci yang wajib bagi setiap Muslim yang mampu.
Kerajaan telah menyelesaikan persiapan besar-besaran yang mencakup teknologi kecerdasan buatan (AI), cakupan penuh jaringan 5G, serta lebih dari 52.000 tenaga kesehatan yang siap memberikan layanan pengobatan.
Baca Juga
Pemprov Banten Percepat Sertifikasi Wakaf 6.000 Masjid dan Musala
Pertemuan Trump dan Xi Jinping, Siapa yang Lebih Tangguh dalam Adu Kuat Geopolitik
997 Calon Haji Asal Situbondo Diberangkatkan ke Surabaya
Menteri Media Salman Al-Dosari dalam konferensi pers di Riyadh mengatakan, sistem penyelenggaraan Haji dikelola dengan rencana yang sangat presisi. Dengan mengandalkan analisis pergerakan dan kepadatan menggunakan teknologi modern berbasis AI.
Dia juga menyebutkan bahwa Kerajaan kini memiliki cakupan jaringan 5G di seluruh kawasan suci. Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Saleh Al-Jasser menjelaskan bahwa lebih dari 1,5 juta jamaah dari luar Kerajaan diperkirakan akan hadir, dengan lebih dari 3 juta kursi penerbangan disediakan melalui enam bandara yang menghubungkan Arab Saudi dengan lebih dari 300 bandara di seluruh dunia melalui lebih dari 104 maskapai penerbangan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Al-Dosari menjelaskan bahwa Kementerian Urusan Islam telah menyiapkan lebih dari 20 ribu masjid. Dan, menyediakan lebih dari dua juta mushaf Al-Qur’an sebagai hadiah dari Penjaga Dua Masjid Suci.
Infografis Rute Bus Shalawat 1447 H/2026. Infografis haji 2026 - (Republika)