BI dan Pemerintah Luncurkan GPIPS di Sidoarjo: Strategi Jitu Kendalikan Inflasi & Perkuat Ketahanan Pangan

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Sidoarjo, 13 Mei 2026 – Pemerintah pusat, daerah, dan Bank Indonesia (BI) resmi menggelar senjata baru dalam perang melawan inflasi pangan. Bertempat di Sidoarjo, Jawa Timur, hari ini diluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) yang merupakan penyempurnaan dari program sebelumnya, GNPIP.

Mengapa GPIPS? Karena tantangan ketahanan pangan kian kompleks. Maka, gerakan kali ini dirancang lebih terintegrasi, tidak hanya bicara inflasi, tetapi juga menyentuh ketahanan pangan, energi, dan finansial secara bersinergi.

Lima Kunci Sukses GPIPS 2026

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, dalam sambutannya memaparkan lima pilar penting pelaksanaan GPIPS 2026:

  1. Sinergi 4K – Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif. Empat kata kunci ini menjadi fondasi gerakan.
  2. Peluncuran bertahap antarwilayah – GPIPS telah dimulai di Sumatra (11 Februari), kini di Jawa (13 Mei) yang juga menjadi pencanangan nasional, lalu akan bergulir ke Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, serta Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua). Setiap wilayah disesuaikan dengan karakteristik inflasi setempat.
  3. Apresiasi untuk Jatim – BI memberikan penghargaan khusus kepada Pemprov Jawa Timur karena dinilai sukses menyelenggarakan GPIPS Wilayah Jawa dengan berbagai program unggulan, mulai dari peningkatan produktivitas pangan, kelancaran distribusi, hingga perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD) intra maupun antarpulau.
  4. Rakor TPIP–TPID – GPIPS dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) untuk memecahkan berbagai masalah strategis (debottlenecking) di masing-masing wilayah.
  5. Komitmen lintas lembaga – Pengendalian inflasi dan ketahanan pangan butuh kerja sama erat untuk mengantisipasi risiko global dan domestik ke depan.
Inflasi Terkendali, Berkat Konsistensi

Berkat sinergi TPIP dan TPID yang sudah berjalan konsisten, kinerja inflasi nasional tetap terjaga. Per April 2026, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat 2,42% (year-on-year). Sementara inflasi kelompok volatile food (pangan bergejolak) juga berada dalam kisaran sasaran 3,0%-5,0%, tepatnya 3,37% (yoy) — sesuai kesepakatan dalam High Level Meeting TPIP pada 29 Januari 2026.

Kesepakatan Strategis: Jangka Pendek & Menengah Panjang

Rakor TPIP–TPID di Sidoarjo juga menghasilkan dua paket kesepakatan:

Jangka pendek difokuskan pada:

Jangka menengah panjang diarahkan untuk:

Ke Depan: Waspada Cuaca Ekstrem & Logistik

BI bersama pemerintah pusat dan daerah berjanji akan terus memperkuat kolaborasi. Fokus utama ke depan adalah memitigasi risiko cuaca ekstrem yang mengancam produksi, serta meningkatkan efisiensi logistik pangan. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas harga, memberdayakan petani, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pengendalian inflasi dan ketahanan pangan memerlukan komitmen dan kerjasama lintas lembaga yang perlu semakin diperkuat ke depan, untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko baik global maupun domestik,” tegas Aida S. Budiman.

Acara peluncuran GPIPS dan Rakor TPIP-TPID ini turut dihadiri oleh Komisi XI DPR RI, Wakil Menteri Dalam Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Gubernur Jawa Timur, serta perwakilan Bulog, Bapanas, PT Pos Indonesia, dan perbankan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WHO Ungkap 8 Kasus Hantavirus Andes, Bisa Menular Antar Manusia?
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK dalami kredit macet saat periksa dua pemilik perusahaan swasta
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kalbar Digugat, MPR Ngaku Baru Tahu
• 17 jam laludisway.id
thumb
Pembaruan Terbaru Google Gemini Bisa "Mengendalikan" Ponsel Anda
• 20 jam lalukompas.id
thumb
Jadi Peserta ASCN 2026 di Filipina, Indonesia Tekankan Pengembangan Smart City
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.