Mantan Kepala Polisi Kenamaan Filipina Kabur dari Penangkapan Mahkamah Pidana Internasional

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Senator Filipina yang pernah menjabat sebagai kepala polisi dan terlibat dalam memerangi narkoba pada masa pemerintahan Rodrigo Duterte, Ronald Dela Rosa terlihat kabur saat ingin ditangkap Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Dela Rosa terlihat berlari masuk ke Gedung Senat pada Senin waktu setempat untuk mencari perlindungan di sana.

Rekaman kamera keamanan yang diputar di hadapan anggota parlemen pada Senin memperlihatkan agen National Bureau of Investigation (NBI) mengejar Dela Rosa menaiki tangga dan melewati lorong gedung Senat setelah ia tiba di lokasi.

Baca Juga :
Penyelundupan Merkuri Rp30 M ke Filipina Berhasil Digagalkan! Asal-usulnya Dari Tambang Emas Ilegal di Ambon
Wapres Filipina Dimakzulkan Untuk Kedua Kalinya

Ketegangan yang terjadi kemudian berakhir beberapa jam setelah kepala NBI mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya tidak akan menangkap Dela Rosa selama ia berada di bawah perlindungan Senat.

Dela Rosa mengatakan dirinya akan tetap berada di area Senat dan melakukan “segala cara” agar tidak dibawa ke Den Haag, Belanda.

Tim kuasa hukumnya juga menyebut telah meminta Mahkamah Agung Filipina memblokir penangkapan tersebut karena tidak ada surat perintah penangkapan yang sah dari pengadilan Filipina.

Melansir laman BBC Internasional, Kamis 14 Mei 206, pada Selasa pagi, Dela Rosa meminta para pendukungnya yang berkumpul di luar gedung Senat untuk terus berjaga sampai Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan.

Ia juga meminta Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, yang saat ini berseteru dengan dinasti politik Duterte, untuk mengajukan kasus terhadap dirinya di pengadilan lokal jika memang dianggap bersalah.

“Kalau saya memang punya kewajiban hukum, saya akan menjawabnya di pengadilan lokal, bukan pengadilan asing,” kata Dela Rosa kepada wartawan.

Kekacauan yang terjadi di Senat muncul di tengah pemilihan pimpinan baru lembaga tersebut pada Senin. Dari 24 anggota Senat, sebagian besar diketahui merupakan sekutu Duterte.

Ketua Senat yang baru, Alan Peter Cayetano, mengatakan kepada wartawan bahwa Senat hanya akan menindaklanjuti surat perintah penangkapan yang berasal dari pengadilan Filipina.

Sebagai informasi, Dela Rosa dituduh terlibat dalam pembunuhan 32 orang selama periode 2016-2018. Dirinya disebut sebagai pelaku tidak langsung dalam kampanye antinarkoba Duterte yang menyebabkan ribuan tersangka pengedar narkoba ditembak mati.

Baca Juga :
Momen Mobil Maung Milik Prabowo Diterbangkan ke KTT ASEAN di Filipina Pakai Airbus A400M TNI AU
Hadiri KTT ke-48 ASEAN, Prabowo Naik Maung saat Tiba di Filipina
Bertolak ke Filipina, Presiden Prabowo Bakal Hadiri KTT ke-48 ASEAN

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lima Kementerian Arab Saudi Laporkan Kesiapan Penyelenggaraan Haji 2026
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menkomdigi Ungkap Hampir 200.000 Anak Indonesia Terpapar Judi Online
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Jumlah Penumpang Pesawat Domestik Merosot, Ini Penyebabnya
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPK Usut Dugaan Gratifikasi Fadia Arafiq yang Diduga Dibantu Ajudan
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Pemeriksaan Faizal Rahman, KPK Dalami Dugaan Korupsi Proyek Pemkot Madiun
• 2 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.