REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019-2024 Nadiem Anwar Makarim mengaku tak menyesal sempat bergabung dengan pemerintahan meski dituntut pidana dalam kasus dugaan korupsi Chromebook.
Dia mengatakan bekerja dengan tujuan mencari uang bisa dilakukan seumur hidup. Sedangkan untuk membantu generasi penerus bangsa menjadi lebih baik hanya merupakan kesempatan sekali dalam seumur hidup.
Baca Juga
Nadiem Ungkap Kesalahan Logika Jaksa: Kenaikan Harta Rp 4,87 Bukan Hasil Korupsi, Tapi IPO GoTo
Nadiem Sakit Hati Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp5,67 Triliun
Tuntutan 18 Tahun Penjara untuk Nadiem
"Jadi saya tidak mungkin akan menolak jabatan atau amanah itu pada saat ditawarkan. Mau saya gagal pun, risiko gagal, risiko masuk penjara, pasti saya ambil karena masa depan Indonesia itu lebih penting dari segala risiko ini," kata Nadiem saat ditemui usai sidang pembacaan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus, Rabu.
Meski begitu, ia mengaku kecewa, sakit hati, dan patah hati, dengan tuntutan yang dilayangkan terhadap dirinya, setelah semua pengabdiannya kepada negara.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Namun, kata dia, hal itu tidak berarti dirinya tak mencintai Indonesia. Menurut dia, seseorang bisa merasakan patah hati apabila benar-benar mencintai sesuatu.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)