Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menekankan pemerintah akan berusaha meningkatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat dengan menekan beban bunga bagi masyarakat.
Soal arahan Prabowo Subianto Presiden, yang menginginkan pemangkasan suku bunga kredit ultra mikro di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi 8 persen. Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan memperkirakan bakal ada diskresi keuangan.
“Subsidi, cuma digeser sebagian dari KUR ke sana. Mungkin juga bisa tambah, tapi langkah pertama adalah memastikan yang super mikro tadi bisa dapat bunga yang rendah di bawah 9 persen,” kata Purbaya di kompleks Kejaksaan Agung, Rabu (13/5/2026).
Soal alokasi anggaran, Menkeu akan menggandeng Danantara. Di mana suku bunga akan ditekan menjadi di bawah 9 persen.
“Nanti kita serahkan ke Danantara. Mereka sedang hitung nanti. Rencana pak Presiden yang baru dan Danantara. Di bawah 9 persen, kayanya ke 8 persen. Tapi mereka akan hitung lagi. Anda tanya ke Danantara lebih detail,” pungkas Purbaya.
Sebelumnya, Prabowo menyoroti tingginya bunga kredit bagi nasabah PNM Mekaar, yang mencapai 24 persen untuk pinjaman supermikro. Mulai dari nominal Rp2 juta hingga Rp10 juta.
Ketentuan kredit tersebut dianggap tidak adil, karena perusahaan besar cenderung mendapatkan akses kredit dengan suku bungan yang jauh lebih rendah.(lea/ipg)




