Bisnis.com, JAKARTA — Presiden AS DDonald Trump telah menggelar pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di China. Dalam pertemuannya itu, Xi Jinping menyinggung terkait Thucydides Trap.
Dilansir dari New York Post, Xi Jinping membuka pertemuan dengan Trump pada Kamis (14/5/2026) dan membahas kekhawatiran prospek perang di masa depan antara AS dan China.
“Seluruh dunia menyaksikan pertemuan kita,” kata Xi dilansir dari New York Post pada Kamis (14/5/2026).
Menurut Xi, saat ini transformasi yang belum pernah terjadi dalam satu abad sedang dipercepat di seluruh dunia. Situasi internasional pun bersifat dinamis dan bergejolak. Dunia pun menurutnya telah sampai di persimpangan jalan baru.
“Bisakah China dan Amerika Serikat mengatasi Thucydides Trap dan menciptakan paradigma baru hubungan antar negara besar? Bisakah kita menghadapi tantangan global bersama dan memberikan lebih banyak stabilitas bagi dunia? Bisakah kita, demi kesejahteraan kedua bangsa kita dan masa depan umat manusia, membangun masa depan yang lebih cerah bersama untuk hubungan bilateral kita?" kata Xi.
Xi merujuk pada konsep geopolitik yang dikenal sebagai Thucydides Trap, atau risiko yang muncul ketika kekuatan yang sedang berkembang menantang kekuatan yang lebih kuat dan mapan.
Baca Juga
- Daftar Pengusaha AS yang Dibawa Trump ke China, Elon Musk hingga Jensen Huang
- Trump Tolak Proposal Damai Iran, Sebut Gencatan Senjata di Titik Terlemah
- Pimpinan Partai Oposisi Taiwan Tiba di China Hadiri Undangan Temui Xi Jinping
Konsep tersebut dicetuskan oleh profesor Harvard Graham Allison, setidaknya sejak 2014. Konsep itu dinamai mengacu sejarawan Yunani kuno Thucydides yang menulis bahwa kebangkitan Athena menempatkan Sparta pada posisi defensif sedemikian rupa sehingga perang tidak dapat dihindari.
Trump yang berbicara setelah Xi tidak secara spesifik menanggapi pernyataan Xi. Namun, Trump memprediksi hubungan antara China dan AS akan lebih baik dari sebelumnya.
“Suatu kehormatan berada bersama Anda. Suatu kehormatan menjadi teman Anda. Saya sangat menantikan diskusi kita. Ini diskusi besar. Ada yang mengatakan, ini mungkin pertemuan puncak terbesar yang pernah ada," kata Trump.
Dilansir dari The Guardian, dalam pertemuan tersebut kedua pemimpin membahas konflik di Timur Tengah, perang dagang AS-China, perselisihan mengenai Taiwan, dan persaingan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengatakan di pesawat Air Force One saat tim Trump melakukan perjalanan ke Beijing bahwa AS akan mendesak Beijing untuk membantu mengatasi krisis Iran.
“Kami berharap dapat meyakinkan mereka untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam membuat Iran menghentikan apa yang mereka lakukan sekarang dan yang sedang mereka coba lakukan di Teluk Persia,” kata Rubio.





