Sulit Dapatkan LPG 12 Kg, SPPG di NTT Berhenti Beroperasi Sementara

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Buntut dari kesulitan mendapatkan pasokan gas LPG tabung 12 kilogram, beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di kawasan Nusa Tenggara Timur berhenti sementara

Sulit Dapatkan LPG 12 Kg, SPPG di NTT Berhenti Beroperasi Sementara (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Buntut dari kesulitan mendapatkan pasokan gas LPG tabung 12 kilogram, beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa menyetop aktivitas mereka untuk sementara waktu.

Penyetopan kegiatan ini tidak terjadi serentak, melainkan berangsur-angsur sejak 8 Mei 2026. Imbasnya, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah kawasan, mulai dari Kabupaten Manggarai, Timor Tengah Utara (TTU), Kota Kupang, Kabupaten Belu, sampai dengan Kabupaten Sumba Barat menjadi terhambat.

Baca Juga:
Kemenhut Lacak Pemodal Tambang Ilegal Nabire, 10 Alat Berat dan 7 WNA China Diamankan

"SPPG berhenti operasional sementara disebabkan kelangkaan gas di beberapa wilayah Provinsi NTT. Penghentian berlangsung bertahap sejak 8 Mei 2026," kata Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadang Hendrayudha di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Kabupaten Manggarai menjadi daerah pertama yang mengalami penundaan operasional tersebut pada 8 Mei 2026. Minimnya stok bahan bakar gas membuat berbagai SPPG di wilayah tersebut tidak sanggup meneruskan proses pembuatan makanan.

Baca Juga:
Aktivitas di Miqat Bir Ali Mulai Dipadati Jamaah Haji, PPIH Siagakan Puluhan Petugas

Memasuki tanggal 11 sampai 12 Mei 2026, situasi penghentian layanan ini makin merembet ke berbagai titik lainnya di NTT. Beberapa kawasan yang ikut terdampak mencakup Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kota Kupang, Kabupaten Belu, serta Kabupaten Sumba Barat.

Tersendatnya ketersediaan gas ini secara otomatis mengganggu jalannya penyiapan hidangan gizi. Pasalnya, mayoritas fasilitas SPPG memang mengandalkan LPG berukuran 12 kg sebagai bahan bakar utama untuk menopang rutinitas memasak mereka setiap harinya.

Baca Juga:
Genjot Pertumbuhan DPK, Superbank (SUPA) Ekspansi Bisnis dengan Bank Korea

"Kelangkaan gas LPG 12 kilogram memengaruhi operasional SPPG di lapangan sehingga beberapa layanan belum dapat berjalan normal sampai pasokan kembali tersedia," tuturnya.

Menyikapi kondisi tersebut, pihak BGN saat ini terus memantau dinamika di lapangan sembari menjalin koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait. Langkah ini diprioritaskan guna menjamin agar distribusi bahan bakar gas bisa kembali stabil, sehingga SPPG dapat segera menjalankan fungsinya seperti sedia kala.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Beragam, Nasdaq Naik 1,2 Persen dan Dow Jones Turun

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kaya Sumber Daya Gas Alam, Madura Dinilai Layak Jadi Pusat Ekosistem CNG
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menhaj Lepas Tim Musyrif Diny ke Tanah Suci, Apa Perannya?
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Anggota DPRD Jember Main Gim dan Merokok saat RDP
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Sindir Eksportir Sawit-Batu Bara, Hasilnya Devisa Gak Ditaruh di RI!
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Mulai 16 Juni Bakal Ada Penerbangan Langsung dari Jakarta ke Kelantan dan Sebaliknya
• 23 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.