Baca Juga :
Dikta Tak Mau Terjebak di Zona Nyaman“Karena pas saya dengerin lagi, rasanya aneh menyebut nama sendiri di judul, kayak ‘najis banget’ gitu,” kata Dikta di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 13 Mei 2026.
Selain merasa tidak nyaman, Dikta ingin lagu tersebut memiliki daya jangkau yang lebih luas bagi pendengarnya.
“Akhirnya judulnya diganti agar lebih universal dan bisa mewakili perasaan semua orang yang terjebak menjadi people pleaser,” jelasnya. Pesan di Balik Fenomena People Pleaser Lagu “Stop Bilang Iya” secara spesifik mengangkat tema people pleaser, yakni istilah bagi seseorang yang memiliki dorongan kuat untuk selalu menyenangkan orang lain.
Tema ini diakui Dikta sangat relevan dengan pengalaman pribadinya yang merasa lelah terus-menerus memenuhi ekspektasi lingkungan.
“Saya merasa capek kalau harus mengikuti kemauan orang terus sementara saya sendiri tidak merasa bahagia,” ungkapnya.
Baca Juga :
Afgan Rayakan 18 Tahun Berkarya lewat Konser RetrospektifMenurutnya, kebahagiaan sejati dalam berkarya tidak akan tercapai jika seorang musisi hanya mengikuti keinginan orang lain tanpa mendengarkan intuisi sendiri.
“Misalnya, kalau saya terus-terusan mengikuti saran orang lain dalam bermusik, nanti saya tidak happy dengan karya saya sendiri,” ucap Dikta. Pentingnya Menentukan Batasan Ia menilai prinsip tersebut berlaku bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang usia maupun gender.
Dikta menegaskan bahwa berani menolak adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mental.
“Ini berlaku untuk semua orang—mau laki-laki, perempuan, orang tua, sampai lansia. Kita harus tahu bahwa sesekali bilang ‘tidak’ itu tidak apa-apa,” lanjut Dikta.
Lagu “Stop Bilang Iya” akan menjadi fokus trek dari album Unapologetic. Album yang berisi enam lagu ini dijadwalkan rilis pada Jumat, 15 Mei 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)





