FAJAR, SURABAYA –Atmosfer panas mulai terasa di Surabaya. Ketika kompetisi Super League 2025/2026 bahkan belum benar-benar selesai, Persebaya Surabaya sudah bergerak cepat menyusun fondasi baru demi menyambut musim depan. Dan seperti banyak rumor besar sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, semua jalan kembali mengarah pada satu nama: Bernardo Tavares.
Mantan pelatih PSM Makassar itu perlahan disebut menjadi sosok sentral di balik proyek besar Bajul Ijo menuju musim 2026/2027. Nama Tavares memang belum diumumkan resmi, tetapi aroma perubahan sudah begitu kuat terasa. Apalagi sejumlah rumor transfer mulai bermunculan, mulai dari pemain PSM Makassar hingga striker asing misterius yang disebut hampir pasti bergabung.
Menariknya, bomber asing yang dikaitkan dengan Persebaya bukanlah nama-nama populer seperti Mariano Peralta atau mantan mesin gol Persib Bandung, David da Silva.
Justru, striker yang kini ramai dibicarakan disebut sebagai sosok yang belum pernah memperkuat Persebaya sebelumnya dan diyakini memiliki karakter berbeda dibanding striker asing Green Force dalam beberapa musim terakhir.
Rumor itu pertama kali mencuat dari akun fanbase Persebaya yang menyebut negosiasi pemain asing baru sudah mencapai tahap akhir.
“Prosesnya sudah sangat dekat. Tinggal menyelesaikan detail terakhir,” tulis akun pemerhati transfer yang kabarnya dekat dengan internal klub, dalam unggahan yang telah disunting ulang secara redaksional.
Kabar tersebut langsung memantik rasa penasaran Bonek.
Sebab sejak ditinggal David da Silva, Persebaya memang belum benar-benar menemukan striker asing yang mampu menjadi simbol ketajaman lini depan. Nama-nama yang datang silih berganti belum mampu menghadirkan konsistensi.
Musim ini, Green Force banyak menggantungkan harapan kepada Mihailo Perovic. Namun statistik lima gol dan satu assist dari 26 pertandingan jelas dianggap belum cukup untuk membawa Persebaya bersaing dalam perebutan gelar.
Situasi itulah yang membuat manajemen mulai bergerak lebih agresif.
Dan di sinilah nama Bernardo Tavares menjadi sangat menarik.
Pelatih asal Portugal tersebut dikenal sangat detail dalam memilih pemain asing. Saat membawa PSM Makassar juara Liga 1 2022/2023, Tavares tidak hanya membangun tim kuat secara taktik, tetapi juga menghadirkan pemain-pemain dengan karakter pekerja keras dan mental bertarung tinggi.
Karena itu, rumor kedatangannya ke Persebaya otomatis membuat banyak spekulasi bermunculan.
Apalagi beberapa pemain PSM mulai dikaitkan dengan Bajul Ijo.
Nama Syahrul Lasinari lebih dulu disebut bakal menyusul Bernardo ke Surabaya. Bek tengah berusia 26 tahun itu dikabarkan masuk daftar prioritas untuk memperkuat lini belakang Persebaya musim depan.
Kontraknya bersama PSM Makassar juga akan habis pada akhir Mei 2026, membuat peluang transfer terbuka sangat lebar.
Bukan hanya Syahrul.
Winger muda PSM Makassar, Rizky Eka Pratama, juga mulai dikaitkan dengan proyek baru Persebaya. Pemanggilan Rizky ke Timnas Indonesia untuk pemusatan latihan ASEAN Championship 2026 membuat namanya semakin naik daun.
Kecepatan, keberanian duel satu lawan satu, dan kemampuan menyerang dari sisi sayap membuatnya dianggap cocok dengan gaya bermain agresif yang selama ini identik dengan Persebaya.
Namun perhatian terbesar tetap tertuju pada satu posisi: striker utama.
Banyak suporter sempat berharap Persebaya akan mencoba memulangkan David da Silva. Sebagian lain mengaitkan nama Mariano Peralta yang tampil luar biasa bersama Borneo FC Samarinda musim ini.
Tetapi rumor terbaru justru mengarah pada sosok berbeda.
Striker asing yang dibidik disebut bukan berasal dari klub papan atas Super League saat ini. Bahkan ada indikasi pemain tersebut belum pernah benar-benar merasakan atmosfer kompetisi Indonesia sebelumnya.
Jika benar demikian, maka langkah Persebaya terasa cukup berani.
Sebab mendatangkan striker asing baru yang belum memahami kultur sepak bola Indonesia selalu mengandung risiko besar. Tidak semua pemain asing mampu langsung beradaptasi dengan tekanan suporter, cuaca, intensitas kompetisi, hingga atmosfer stadion di Indonesia.
Namun di sisi lain, langkah seperti ini juga memperlihatkan bahwa Persebaya tampaknya ingin membangun identitas baru.
Bukan sekadar mengumpulkan nama besar, tetapi mencari pemain yang benar-benar cocok dengan kebutuhan tim.
Dan itu sangat identik dengan cara Bernardo Tavares membangun skuad.
Saat masih menangani PSM Makassar, Tavares beberapa kali membuktikan bahwa pemain yang awalnya tidak terlalu dikenal justru mampu berkembang menjadi tulang punggung tim.
Ia lebih menyukai pemain dengan disiplin tinggi, agresif dalam tekanan, dan mampu menjalankan sistem permainan kolektif.
Karena itu, siapa pun striker asing yang nanti datang ke Surabaya kemungkinan besar bukan sekadar penyerang dengan reputasi besar, tetapi pemain yang benar-benar dipilih sesuai kebutuhan taktik.
Di tengah rumor striker asing tersebut, satu nama lain terus menghiasi pembicaraan publik Surabaya: Marselino Ferdinan.
Wonderkid Timnas Indonesia itu dikabarkan berpeluang pulang ke Persebaya setelah masa depannya di Eropa belum sepenuhnya jelas. Kontrak Marselino bersama Oxford United akan habis pada Juni 2026, sementara masa peminjamannya di AS Trencin juga segera selesai.
Jika benar kembali, maka Persebaya bisa memiliki kombinasi yang sangat menarik musim depan.
Marselino menghadirkan kreativitas dan visi bermain, Rizky Eka memberi kecepatan di sisi sayap, sementara striker asing baru disiapkan menjadi ujung tombak proyek besar Green Force.
Kini publik hanya tinggal menunggu satu hal: kapan semua rumor itu berubah menjadi pengumuman resmi.
Namun satu pesan sudah terasa jelas dari manuver Persebaya beberapa pekan terakhir.
Bajul Ijo tampaknya tidak ingin lagi sekadar menjadi pengganggu papan atas.
Mereka sedang membangun sesuatu yang lebih besar.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F10%2F18%2F44e44346b3abcce791f331a43fe63ca2-WhatsApp_Image_2025_10_18_at_08.04.41.jpeg)
