HARIAN FAJAR, MAKASSAR — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 15 Makassar terus menggenjot penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang tahun 2026 di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Program pembiayaan tersebut diarahkan untuk memperkuat pertumbuhan UMKM produktif di berbagai sektor usaha.
Hingga Januari–April 2026, penyaluran KUR BRI Region 15 Makassar telah mencapai lebih dari Rp4,8 triliun atau 104,18 persen dari target sebesar Rp4,629 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada 94.289 debitur dengan mayoritas penerima berasal dari segmen KUR Mikro.
Sepanjang tahun 2025 lalu, BRI Region 15 Makassar juga mencatat realisasi penyaluran KUR sebesar Rp16,86 triliun atau 115,12 persen dari target Rp14,65 triliun. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku UMKM terhadap akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau.
Salah satu penerima manfaat KUR BRI adalah Arman, pengusaha penggilingan padi asal Kabupaten Bone yang telah dua kali memanfaatkan fasilitas KUR pada tahun 2022 dan 2025. Dana pinjaman itu digunakannya untuk membeli gabah hasil panen petani sekaligus membangun stok beras saat musim panen raya berlangsung.
Menurut Arman, KUR BRI sangat membantu pelaku usaha kecil khususnya di sektor pertanian yang membutuhkan modal besar ketika musim panen tiba. Ia mengatakan tambahan modal tersebut membuat usahanya mampu menyerap gabah petani lebih banyak sehingga hasil panen petani tidak terbuang sia-sia.
“Kalau tidak ada tambahan modal, tentu kami kesulitan membeli gabah dalam jumlah besar saat panen raya. Dengan adanya KUR BRI, kami bisa menjaga ketersediaan stok beras sekaligus membantu petani agar hasil panennya cepat terserap,” ujar Arman, Kamis, 14 Mei 2026.
Ia menilai program KUR bukan sekadar pinjaman modal, tetapi juga bentuk dukungan nyata bagi pelaku usaha kecil agar dapat berkembang lebih baik. Menurutnya, bunga pinjaman yang ringan dan proses pengajuan yang jelas membuat pelaku usaha merasa lebih terbantu dalam mengembangkan bisnisnya.
“Pihak BRI juga aktif memberikan edukasi sebelum pencairan dilakukan sehingga kami lebih memahami cara mengelola pinjaman dengan baik. Itu membuat kami sebagai pelaku usaha merasa lebih percaya diri menggunakan dana KUR untuk kebutuhan produktif,” tambahnya.
Regional Mikro Banking Head (RMBH) BRI Region 15 Makassar, Iwan SupriyantoRegional Mikro Banking Head (RMBH) BRI Region 15 Makassar, Iwan Supriyanto menjelaskan bahwa penyaluran KUR tahun ini masih difokuskan pada sektor pertanian. Menurutnya, sektor tersebut menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi penyaluran KUR hingga April 2026.
“Penyaluran KUR paling dominan masih berada di sektor pertanian dengan nilai mencapai Rp2,39 triliun atau sekitar 49,60 persen dari total penyaluran KUR hingga April 2026,” ungkap Iwan.
Selain sektor pertanian, penyaluran KUR juga terserap pada sektor perdagangan sebesar Rp1,17 triliun atau 24,39 persen dan sektor jasa Rp942,12 miliar atau 19,53 persen. Sementara sektor perikanan tercatat sebesar Rp165,18 miliar atau 3,42 persen dan industri pengolahan Rp147,69 miliar atau 3,06 persen.
Iwan menambahkan mayoritas penerima KUR masih berasal dari segmen KUR Mikro dengan jumlah mencapai 92.851 debitur atau sekitar 98 persen. Sedangkan penerima KUR Kecil tercatat sebanyak 1.438 debitur atau sekitar 2 persen.
Menurutnya, kemudahan akses pembiayaan menjadi salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendorong UMKM agar dapat naik kelas. Meski penyaluran terus diperluas, BRI tetap menjaga kualitas pembiayaan agar rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tetap terkendali.
Hingga April 2026, total NPL KUR di BRI Region 15 Makassar tercatat sebesar 2,01 persen dengan rincian NPL KUR Mikro sebesar 2,4 persen dan KUR Kecil sebesar 1,6 persen. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas ketentuan Otoritas Jasa Keuangan sebesar 3 persen.
Untuk menjaga kualitas kredit, BRI melakukan berbagai langkah mulai dari edukasi kepada calon debitur hingga kunjungan langsung ke lokasi usaha. Selain itu, peningkatan kapasitas petugas lapangan seperti Mantri dan Relationship Manager Mikro juga terus dilakukan.
“Makanya sebelum diberikan, kami juga ada kunjungan ke UMKM-nya sehingga kami bisa melihat langsung kondisi usahanya. Sebelum penandatanganan, kami juga memberikan edukasi terlebih dahulu kepada calon debitur,” jelas Iwan.
Sementara itu, Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 15 Makassar, D. Argo Prabowo menegaskan bahwa BRI tidak hanya menjalankan fungsi sebagai penyalur KUR. Menurutnya, BRI juga memiliki tanggung jawab mendukung program pemerintah dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Sinergi dengan media sangat penting agar informasi positif terkait pertumbuhan ekonomi dan penguatan UMKM dapat tersampaikan lebih luas kepada masyarakat. Kami berharap program KUR dapat terus memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha masyarakat di daerah,” ulasnya. (edo)





