Polisi menyalurkan bantuan berupa Al-Quran kepada guru ngaji bernama Halimah Tusadiyah pada hari Rabu (13/5).
Bantuan ini diberikan atas keberaniannya mengungkap dan melawan peredaran narkoba di kampungnya di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
"Kegiatan ini adalah bentuk apresiasi dari Sat Narkoba atas keberanian dari sang guru melawan para pengedar narkoba yang kerap sekali melakukan transaksi di sekitar rumah tahfiz tersebut," kata Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Fery Kusnadi dalam keterangannya, Kamis (14/5).
Dalam kata sambutannya saat mengunjungi rumah tahfiz tersebut, Ferry berharap Al-Quran dapat digunakan dengan sebaiknya.
"Dengan disalurkannya Al-Quran ke pondok rumah tahfiz ini, kiranya dapat membantu pihak pengelola rumah tahfiz Al-Quran Ar-Rahmah untuk menempa generasi penerus religius dan memberikan edukasi sejak dini tentang bahaya penyalahgunaan narkoba," ujar Fery.
Fery menyebutkan, pihak kepolisian akan menindak tegas bagi para pelaku pengedar narkoba di wilayah Deli Serdang.
"Sat Narkoba Polresta Deli Serdang tidak akan berkompromi dengan para pengedar dan kami akan menindak tegas bagi para pengedar narkoba di wilayah hukum Polresta Deli Serdang," ucap Fery.
Sebelumnya, seorang guru ngaji bernama Halimah Tusadiyah berjuang melawan peredaran narkoba yang berada di kampungnya di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Ia menilai peredaran narkoba di wilayah tersebut sudah marak dan meresahkan warga, termasuk dirinya.
Aksi Halimah menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Dalam video tersebut, ia menyampaikan keresahannya kepada pemerintah setempat dan melarang para pelaku beraktivitas di sekitar rumah Tahfiz Al-Quran Ar-Rahmah, tempat ia mengajar anak-anak.
Polresta Deli Serdang turun ke lokasi dan menangkap dua orang yang diduga pengedar narkoba berinisial AA dan AS.
Keduanya diamankan pada Selasa (12/5) sekitar pukul 17.30 WIB.
Namun, setelah penangkapan tersebut, Halimah mengaku mendapat teror dan tekanan dari keluarga pelaku.
Rumahnya diduga dirusak dan dilempari oleh pihak keluarga pelaku.
Dalam video yang beredar, Halimah juga sempat meminta pertolongan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pihak kepolisian langsung turun tangan untuk meredam situasi dan memberikan pengamanan kepada Halimah.





