Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pontianak secara resmi menyatakan tidak akan mengikuti pelaksanaan tanding ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2026.
Keputusan ini merupakan respons atas pernyataan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang sebelumnya mewacanakan pengulangan babak final lomba tersebut.
Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menegaskan bahwa sikap sekolah ini diambil setelah mempertimbangkan dinamika yang terjadi serta adanya komitmen perbaikan dari pihak MPR RI.
Ia menyebut langkah keberatan yang sempat diajukan sekolah sebelumnya semata-mata dilakukan demi transparansi dan akuntabilitas lomba.
"Langkah yang kami ambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, agar mekanisme lomba ke depan lebih transparan, objektif, dan akuntabel," ujar Indang dalam pernyataan tertulisnya di akun Instagram SMA 1 Pontianak @smansaptk.informasi.
Indang juga menekankan bahwa pihaknya tidak pernah bermaksud merusak kredibilitas lembaga MPR RI maupun menganulir hasil yang sudah ditetapkan oleh panitia.
Sebaliknya, SMAN 1 Pontianak menyatakan tetap menghormati keputusan juri dan memberikan dukungan penuh kepada perwakilan daerah yang terpilih.
"Kami menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional," lanjutnya.
Terkait wacana tanding ulang yang sempat mencuat untuk menyelesaikan polemik, SMAN 1 Pontianak memastikan diri untuk menarik diri dari agenda tersebut.
Pihak sekolah memilih untuk fokus menciptakan iklim pendidikan yang kondusif dan memohon maaf jika dinamika ini sempat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Indang mengajak semua pihak untuk menjunjung tinggi nilai persatuan dan menyelesaikan permasalahan dengan semangat kebersamaan. SMAN 1 Pontianak mengisyaratkan akan kembali mempersiapkan diri untuk berpartisipasi pada ajang yang sama di tahun mendatang.
"Sampai jumpa di LCC 4 Pilar 2027," pungkasnya.
Polemik ini bermula dari dinamika pelaksanaan LCC 4 Pilar tingkat provinsi di Kalimantan Barat yang memicu permintaan klarifikasi dari pihak sekolah terkait transparansi penilaian, hingga akhirnya mendapatkan perhatian langsung dari pimpinan MPR RI di Jakarta.
Dan berikut pernyataan lengkap dari pihak SMA 1 Pontianak:
PERNYATAAN SIKAP
Sehubungan dengan dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026, serta telah disampaikannya permohonan maaf dan komitmen perbaikan menyeluruh dari Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), dengan ini SMAN 1 Pontianak menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:
- SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel.
- SMAN 1 Pontianak menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian, dukungan, serta kepedulian berbagai pihak dalam menyikapi kondisi ini.
- SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.
- Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan.
- SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.
- SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI.
- SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.
- SMAN 1 Pontianak memohon dukungan dari seluruh pihak ke depan, dalam upaya menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua.
Demikian pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami terhadap dunia pendidikan yang berintegritas. Sampai Jumpa di LCC 4 Pilar 2027.
Kepala SMAN 1 Pontianak
Indang Maryati, S.Sos., M.Si





